by

2018, Kepri Inflasi 3,47 Persen

Batam (netrakepri.com) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri mencatat, daerah itu mengalami inflasi sebesar 3,47 persen sepanjang 2018, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 4,02 persen.

Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal EKa Putra, mengungkapkan, secara tahunan, inflasi Kepri 2018 didorong peningkatan harga komoditas transportasi angkutan udara, tarif listrik, dan beras.

TPID mencatat komoditas tarif angkutan udara inflasi 15,34 persen (yoy) dengan andil 0,62 persen (yoy).

“Ini dipicu faktor musiman tingginya permintaan tiket pesawat udara, diantaranya saat menjelang hari raya dan libur sekolah,” kata dia.

Sedangkan tarif listrik tercatat inflasi 6,49 persen (yoy) dengan andil 0,29 persen (yoy).

Menurut dia, inflasi tarif listrik merupakan dampak kenaikan tarif listrik pada 2017, sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepri Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (Bright PLN Batam).

Masih dari catatan TIPD, komoditas beras inflasi 7,67 persen (yoy) dengan andil 0,27 persen (yoy).

“Kenaikan harga pada komodnas ini bersumber dari peningkatan harga pada sentra pemasok beras ke Kepri, yaitu DKI Jakarta dan Sumatera Selatan, serta terbatasnya pasokan dari sentra pemasok,” kata dia seperti dilansir antarakepri.com, Rabu (9/1).

Berdasarkan perkembangan inflasi tersebut, TPDI memperkirakan Indeks Harga Konsumen pada Januari 2019 akan mengalami inflasi.

Menurut dia, terdapat beberapa potensi risiko pendorong inflasi di Kepri, antara lain terhambatnya transportasi pada musim angin utara.

“Musim angin utara yang sedang berlangsung menyebabkan gelombang tinggi yang dapat mengakibatkan terhambatnya jalur distribusi dari dan ke wilayah Kepri, termasuk distribusi bahan makanan,” kata dia.

Bahkan, cuaca buruk itu juga dapat memicu kelangkaan pasokan ikan laut karena terbatasnya aktivitas nelayan.

Selain itu, inflasi Januari 2018 juga diperkirakan terjadi pada kelompok bahan makanan, akibat curah hujan tinggi sehingga tanaman pangan rusak.

“Kenaikan harga beras juga menjadi potensi pendorong inflasi karena belum memasuki musim panen, hingga dapat memicu kelangkaan pasokan beras,” kata dia.

TPID juga menghitung rencana pemerintah untuk menaikan tarif bawah tiket angkutan udara dapat memberikan tekanan pada inflasi.

“Penyesuaian upah pada awal tahun juga dapat memicu inflasi,” kata dia. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed