by

Bagaimana Membagi Keuntungan Usaha Bareng Teman?

Memulai usaha bersama teman memang menyenangkan, tapi juga memiliki tantangan tersendiri. Contohnya dalam hal pembagian keuntungan, jika usaha tersebut sudah mendatangkan profit yang memadai.

Perencana keuangan, Aidil Akbar, menjelaskan dalam hal pembagian hasil keuntungan, harus disesuaikan dengan modal yang digelontorkan saat awal usaha. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, untuk pembagian keuntungan ini harus masuk dalam perjanjian sebelum menjalankan usaha.

“Untuk pembagian keuntungan, harus disesuaikan dengan porsi setoran yang diberikan sejak awal. Bisa juga dimasukkan dalam perjanjian, untuk pihak yang bekerja atau tidak hanya setor modal untuk diberikan gaji. Ini sebagai asas fairness,” kata Aidil, seperti dilansir detikFinance, Senin (22/1/2018).

Dia menjelaskan, misalnya anda dan teman menyetorkan modal dalam jumlah yang sama. Hanya saja teman anda menjadi investor aktif yakni turut bekerja setiap hari di usaha yang dijalankan. Dan anda menjadi investor pasif, setiap harinya hanya melakukan pemantauan terhadap kinerja usaha.

“Nah, ini yang memungkinkan teman mendapatkan gaji, karena selain modal di awal, dia juga memberikan tenaga, pikiran keluar uang transportasi untuk ke tempat usaha. Harus ada hitungan gaji,” imbuh dia.

Menurut Aidil, biasanya uang gaji bisa diperhitungkan jika usaha mulai berjalan lancar dan mulai mendapatkan profit yang stabil. Setelah stabil, maka harus disegerakan pembagian keuntungan yang adil dan pembayaran gaji.

Aidil mengatakan, perjanjian dinilai sangat penting untuk kelangsungan usaha. Surat perjanjian bisa menjadi pegangan penting bagi kedua belah pihak dalam menjalankan usaha. Hal ini agar usaha tetap profesional meskipun berlatarbelakang pertemanan. (dc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed