Bintang Gaek di Piala Dunia 2018

Bintang Gaek di Piala Dunia 2018
Essam El-Hadary (net)

(netrakepri.com) – Usia hanyalah bilangan angka. Bagi pemain pesepakbola profesional, umur bukan halangan yang berprestasi. Pada Piala Dunia 2018 ini ada sejumlah pemain gaek yang masih menjadi tulang punggung bagi timnya. Siapa saja mereka?

Seperti dilansir Four Four Two, pertama, Paolo Guerrero (34 Tahun). Kapten timnas Peru ini dianggap sebagai jantung permainan la Blanquirroja. Pengalaman Guerrero memperkuat sejumlah tim di Eropa, termasuk Bayern Muenchen, menjadi salah satu nilai tambah pemain berusia 34 tahun ini untuk berkontribusi buat Peru. Sempat dikhawatirkan bakal absen di Piala Dunia 2018 lantaran dianggap menggunakan doping, Guerero akhirnya bisa mendapatkan kepastian untuk tampil di Rusia.

Hasil tes doping penyerang Flamengo ini sempat menunjukan hasil positif pada Oktober silam. FIFA pun menghukum Guerrero selama 12 bulan. Namun, setelah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional, sanksi terhadap Guerrero akhirnya diangkat sementara, dan dapat memperkuat Peru di Piala Dunia 2018. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol, Guerero berhasil mencetak lima gol. Dengan catatan 34 gol dari 88 laga bersama Peru, Guerrero merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim yang terkenal dengan seragam motif selempang ini.

Kedua, Tim Cahill (38 Tahun). Menjadi salah satu pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia, Tim Cahill ternyata masih menjadi andalan The Socceroos saat memastikan satu tempat di Piala Dunia 2018. Bahkan, dwigol yang dicetak di laga melawan Suriah pada babak play-off mengantarkan Australia untuk menghadapi Honduras di fase play-off antarbenua menghadapi Honduras.

Torehan 11 gol membuat Cahill menempati posisi keempat pencetak gol terbanyak di fase kualifikasi Piala Dunia 2018, sejajar dengan Romelu Lukaku, Christian Eriksen, dan Sardar Azmoun. Jika bisa mencetak gol di putaran final Piala Dunia 2018, maka Cahill akan bergabung dengan Pele, Miroslav Klose, dan Uwe Seeller, yang mampu mencetak gol pada empat kali gelaran Piala Dunia.

Ketiga, Kari Arnason (35 Tahun). Pada babak 16 besar Piala Eropa 2016, Kari memberikan asisst kepada Ragnar Sirgurdsson yang kemudian mencetak gol ke gawang Inggris. Gol ini membuat Islandia mencetak sejarah ke perempat final Piala Eropa dengan menyingkirkan Inggris. Kini, Arnason pun siap kembali membantu Islandia untuk bisa tampil apik pada putaran final Piala Dunia pertama mereka.

Pada babak kualifikasi, mantan pemain Aberdeen ini mampu mencetak dua gol dan membantu Islandia memuncaki klasemen Grup I diatas Kroasia. Bahkan, dalam penampilan terakhirnya, dia mampu mencetak satu gol, saat Islandia menahan imbang Ghana 2-2 pada laga uji coba.

Keempat, Andres Iniesta (34 tahun). Sepertinya tidak ada yang bisa dikatakan lagi terkait kualitas dan kontribusi yang diberikan Iniesta untuk timnas Spanyol. Gol kemenangan Spanyol atas Belanda pada final Piala Dunia 2010 dicetak lewat kakinya. La Roja pun mengangkat trofi Piala Dunia untuk terakhir kalinya. Sempat berniat mundur dari timnas, Iniesta pun menyebut Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen internasional terakhirnya.

Kendati begitu, pemain yang mendapatkan julukan el Ilusionista lantaran kemampuannya dalam memainkan si kulit bundar tanpa bisa ditebak oleh lawannya ini masih menjadi andalan oleh pelatih Spanyol, Julen Lopetegui. Bahkan, Iniesta masih menjadi pilihan utama dan belum bisa tergantikan, baik oleh Saul Niguez ataupun Marco Asensio.

Kelima, Rafael Marquez (39 tahun). Pemain ini merupakan ikon dari timnas Meksiko. Mantan bintang Barcelona dan AS Monaco ini sebenarnya sempat berencana memutuskan pensiun dari sepak bola pada awal tahun ini, setelah hampir lebih dari dua dekade tampil di lapangan hijau. Namun, Marquez memutuskan untuk terus menunggu hingga gelaran Piala Dunia 2018 berakhir.

Di tim besutan Juan Carlos Osorio, Marquez merupakan poros penting permainan. Marquez bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan, posisinya saat memperkuat sejumlah klub Eropa.

Jika akhirnya nanti merumput di putaran final Piala Dunia 2018, maka Marquez akan bergabung dengan segelintir pemain besar yang mampu tampil pada lima putaran final Piala Dunia, di antaranya Antonio Carbajal dan legenda Jerman, Lothar Mattheus. Tidak hanya itu, Marquez hanya butuh dua pertandingan lagi untuk bisa mematahkan rekor Diego Maradona sebagai pemain yang paling banyak bermain di Piala Dunia sebagai kapten (16 caps).

Keenam, Essam El-Hadary (45 tahun). Jika merumput saat Mesir menghadapi Uruguay di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018, maka El Hadary akan menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh pemain Kolombia, Faryd Mondragon, yang tampil di Piala Dunia 2014 saat berusia 43 tahun tiga hari.

Sebenarnya, El-Hadary merupakan penjaga gawang cadangan dari kiper utama timnas Mesir, Ahmed El-Shenawy. Namun, cedera yang dialami El-Shenawy pada April silam membuat pelatih Hector Cuper akhirnya mempercayakan gawang Mesir kepada El-Hadary di gelaran Piala Dunia 2018.

Jika ditilik usianya, El Hadary ternyata jauh lebih tua dari tiga pelatih di Rusia 2018. Namun, bukan berarti, El Hadary terkesan sebagai pilihan terakhir Hector Cuper. Pengalamannya bersamanya timnas Mesir tentu akan sangat berharga buat The Pharaohs dalam melakoni Piala Dunia pertamanya sejak 1990 silam. Bersama timnas Mesir, El-Hadary telah mengemas 158 caps dan telah mempersembahkan empat titel Piala Afrika buat Mesir. (rc)

Most view article

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply