by

BP Batam Paparkan Sektor Unggulan untuk Investor

Batam (netrakepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyelenggarakan Bussiness Gathering dengan tema “Batam Connecting Asia Pasific, Better Business Opportunities” di Hotel Pullman, Jakarta pada, Kamis (6/9/2018).

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan, fokus BP Batam dalam upaya membangun Batam kedepan ada tiga hal yakni upaya menjadikan Batam sebagai pusat perdagangan dan logistik.

“Kita punya potensi bandara dengan landasan terpanjang dan dekat sekali dengan pelabuhan laut. Ini memudahkan hubungan antara bandara dan laut,” katanya.

Selanjutnya adalah sektor pariwisata. Menurutnya, potensi Batam sangat besar untuk menciptakan berbagai destinasi wisata.

“Batam adalah pintu gerbang ketiga wisata, kita ingin meningkatkan bukan hanya wisatawan mancanegara, tapi juga ingin turis domestik yang nantinya punya opsi untuk datang ke Batam. Potensi itu akan kita dorong lagi,” tuturnya.

Terakhir adalah sektor perawatan dan perbaikan pesawat atau MRO. “Batam memiliki potensi bandara yang besar dan terdapat fasilitas perawatan armada pesawat yang menjadi salah satu terbesar di Asia yakni Lion,” ucapnya.

“Ada yang masih maintenance di luar, kami ingin semua dilakukan di Batam. Batam bagaimana pun lokasinya strategis dan dari sisi biaya baik biaya tanah maupun biaya yang lain relatif murah. Inilah yang kita tawarkan,” imbuhnya ucapnya seperti keterangan pers yang diterima, Kamis (6/9/2018).

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, mengharapkan BP Batam dapat menemukan mitra yang dapat bekerjasama secara maksimal untuk megembangkan Batam.

“Identifikasi negara mana, perusahaan apa itu, jauh lebih penting dari sekedar presentasi. Dengan kegiatan ini, BP Batam dapat mencari dan mengidentifikasi para pelaku yang berpotensi untuk bisa memanfaatkan potensi dari paket yang sudah ditawarkan BP Batam dan bagaimana menjadikan itu komplit,” ucapnya.

Dalam forum tersebut juga diisi dengan rangkaian diskusi panel dengan menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Hari Santosa Sungkari, Deputi Infrastruktur BeKraf, Edy Putra Irawandi, Staff Ahli Kemenko Perekonomian RI, Sanny Iskandar, Staff Khusus Kementrian Perindustrian RI, Yusmar Anggadinata, Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam, Timothy Lee Young, Direktur PT Caterpillar Indonesia, Ryan Willi Asthra PT Kinema Systrans Multimedia. Tutut hadir sejumlah tamu undangan yakni Duta Besar Iran, Dubes Myanmar, Dubes Yaman, Dan Dubes Panama, delegasi negara sahabat serta sejumlah asosiasi asing, perbankan, firma hukum dan perusahaan.

Pada kesempatan itu, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif.

“Di Batam kulinernya cukup banyak, kita kembangkan, kita persiapkan produk kemasan yang bagus yang punya potensi untuk bisa produksi massal,” ujar Kepala BEKRAF, Triawan Munaf.

Ia meyakini kerjasama itu sebagai bagian upaya pemerintah mendukung dan memberikan fasilitas bagi pelaku UMKM Batam yang senantiasa ingin menjangkau pasar luar.

Senada dengan itu, Lukita menyampaikan tujuan dilakukan MoU adalah menjadikan BEKRAF sebagi mitra kerja bersama dalam mendorong kualitas dan kuantitas produk UMKM di Batam. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed