by

Buku “Renungan Ibadah Haji” Dilaunching

– Uraikan Usaha Meraih dan Mempertahankan Haji Mabrur

Batam (netrakepri.com) – Buku “Renungan Ibadah Haji” tulisan Dr. H. Erizal Abdullah dan Dr. Hj. Halimi binti Mohd Kholid dilaunching di Alun-alun Engku Putri Batam Centre, bersempena Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kemenag RI pada, Kamis (3/1/2019).

Buku setebal iii+160 halaman itu berisikan penjelasan tentang Haji dan Umrah, mulai dari sejarah ringkas ibadah Haji, pengertian Haji, golongan Berhaji, cara pelaksanaan Haji dan Umrah, Adab sebelum menunaikan Fardu Haji, Rukun dan Wajib Haji serta Umrah, Ihram, Talbiyah dan Miqat, makna Istita’ah dan tingkatan Ibadah Haji, Haji Mabrur dan cara mencapainya, hingga falsafah ibadah Haji.

H. Erizal Abdullah menyampaikan, buku ini ditujukan untuk memberikan pemahaman secara utuh pada mereka yang punya niat, sedang melaksanakan Haji dan Umrah, terlebih pada mereka yang telah kembali dari Tanah Suci.

“Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya sebagai ASN di lingkungan Kementrian Agama Provinsi Kepri, terlebih khusus saat menjadi bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Batam dan beberapa kali menjadi petugas haji membawa jamaah dalam Kelompok Terbang (Kloter) dan menjadi Pembimbing Umrah,” jelas Kepala Kantor Kemenag Batam ini.

Dia mengatakan, sangat besar pahala bagi mereka yang melaksanakan ibadah Haji dan Umrah. “Tapi, sangat berat pula tanggung jawab dalam mempertahankan nilai-nilai kemabruran Haji. Dalam buku ini diterangkan bagaimana seorang muslim dapat meraih dan mempertahankan kemabruran hajinya,” terang H. Erizal.

Lebih lanjut dia mengatakan, perlu pemahaman utuh dalam melaksanakan ibadah Haji dan Umrah.

“Disinilah pentingnya manasik Haji. Dan perlu juga dipahami, menunaikan ibadah Haji tidak hanya sekedar ritual, tapi harus mengetahui falsafahnya secara baik,” ucap mantan Kakan Kemenag Bintan ini.

Haji, ungkap Erizal, adalah ibadah yang sangat indah jika dihayati, dimaknai, dan diamalkan dengan baik dan benar.

“Bagi mereka yang menunaikan ibadah Haji dengan penuh keikhlasan akan melahirkan kesadaran ilahiah dan insaniah. Bagi mereka yang menyandang gelar ‘Haji’ harus memaknai gelar itu anugerah dari Allah SWT. Seorang yang menyandang gelar Haji wajib menunjukan dirinya seorang Haji, individu yang bisa diteladani, tidak saja dalam hubungannya dengan Allah SWT, tapi juga hubungannya dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. Inilah hakikat Haji Mabrur,” paparnya.

“Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman seluruh kaum muslim tentang Haji dan Umrah,” pungkas H. Erizal.

Untuk distribusi buku yang diterbitkan CV Prayatna Sangkara Pustaka Batam ini, dapat menghubungi Yudi di hp 081372308699. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed