Fisherism Ikon Kebanggaan Masyarakat Tanjungriau

Fisherism Ikon Kebanggaan Masyarakat Tanjungriau
Silaturahmi BP Batam bersama Lurah, RW, RT, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat Kampung Bukit, Tanjung Riau. (istimewa)

Batam (netrakepri.com) – Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan Batam, BP Batam mengembangkan obyek wisata baru di Tanjungriau dengan nama Fisherism Tanjungriau.

Lokasi tersebut tersebut selama ini lebih dikenal masyarakat dengan nama perikanan Otorita Batam. Seiring pengembangan obyek wisata, lokasi tersebut diberi nama gaya kekinian, yaitu fisherism yang berasal dari kata fisheries (perikanan) dan tourism (pariwisata).

Menurut Direktur Pemanfaatan Asset BP Batam, Dendi Gustinandar, pengembangan fisherism diharapkan bisa jadi ikon baru pariwisata batam dan jadi kebanggaan masyarakat tanjungriau.

Untuk lebih mendekatkan obyek wisata fisherism kepada masyarakat sekitar, BP Batam mengadakan silaturahmi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Kampung Bukit, pada Rabu (7/3) bertempat di Fisherism Tanjung Riau, hadir Lurah Tanjung Riau, RW 03 Kampung Bukit, Para RT, Karang Taruna dan tokoh masyarakat.

Pada pertemuan tersebut BP Batam melalui Kasubdit. Pemanfaatan Sarana, Irfan Widyasa, memaparkan rencana pengembangan Fisherism Tanjungriau. Dilanjutkan dengan diskusi mengenai peran serta masyarakat sekitar dalam kegiatan wisata di lokasi tersebut.

“Adek-adek remaja dan ibu-ibu majlis taklim sekitar akan diajak mengikuti kelas edukasi. Pilihannya ada edukasi kuliner dan edukasi kerajinan tangan. Untuk instrukturnya BP Batam bekerja sama dengan UMKM Batam,” ujarnya.

Dijelaskan, mereka akan dibina agar bisa membuat produk yang memenuhi standar untuk kuliner atau souvenir oleh-oleh.

“Kemudian marketplace-nya, nanti bisa konsinyasi/titip jual di agrosouvenir yang ada di fisherism Tanjung Riau. Untuk itulah kelas edukasi tersebut diadakan. Agar mereka bisa membuat produk yang memenuhi standar untuk dijual sebagai bagian daya Tarik wisata,” kata Irfan.

Di fisherism juga akan dikembangkan museum pembangunan “Seaside Batam Story”. “Kami juga akan membuka kelas edukasi untuk tour guide untuk remaja dan pemuda sekitar,” tambahnya lagi.

Rencana pengembangan museum di fisherism terinspirasi keberhasilan museum Ullen Sentallu di Yogyakarta. Bisa menjadi museum terbaik nomor 1 pilihan situs trip advisor.

“Keunikannya ada di cerita nya. Makanya, di fisherism juga akan dikembangkan museum yang memiliki kekuatan di ceritanya,” terang Irfan.

“Misalnya, mungkin masyarakat banyak belum tahu, pada saat pembangunan Jembatan 1 Barelang, para penjaga yang tinggal di mess di lapangan, kalo malam dalam mimpinya kerap didatangi wanita-wanita cantik berpakaian putri raja. Herannya, hampir semua penjaga mengalami mimpi yang sama. Wanita-wanita tersebut berusaha menggoda para penjaga. Yang tergoda, tidak lama kemudian kena sakit malaria. Dan masih ada cerita unik lainnya seputar pembangunan Batam,” paparnya lagi.

Sedangkan untuk pemuda dan bapak-bapak akan diajak mengikuti kelas edukasi pertukangan ringan menggunakan tools listrik seperti drill.

“Mareka akan dibina agar bisa menjadi instruktur kelas edukasi untuk kelas Bapak-bapak. Sasaran pengunjung terbesar fisherism adalah dari kunjungan anak sekolah beserta ibu dan bapaknya. Sambil menunggu anak-anak di kebun dan kandang, ibu dan bapak bisa ikut kelas edukasi yang sesuai. Anak-anak remaja, pemuda, ibu-ibu dan Bapak-bapak yang berminat mengikuti kelas edukasi dapat mendaftar ke Pak Walid, tokoh masyarakat di Kampung Bukit. Diharapkan 2 minggu ke depan sudah berjalan kelas edukasi untuk warga tersebut. ikan sepat ikan gabung. makin cepat makin bagus dan biayanya gratis,” ujar Irfan menambahkan.

Sementara itu, Kasubdit Promosi, Taofan, merasa yakin bahwa fisherism ini akan menjadi andalan baru BP Batam dalam meraih target 2 tahun pertumbuhan 7 Persen.

“Saat ini memang belum dibuka, baru soft launching akhir Maret ini. Pada tahap awal fokusnya ke kunjungan anak sekolah dengan reservasi terlebih dulu. Nanti kalau sudah grand opening dan lengkap fasilitasnya seperti kios, cafe, dan wahana-wahana edukasi lainnya akan diperluas untuk segmen pengunjung yang lain,” tutup Taofan. (r)

Most view article

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply