by

Investasi yang Paling Cocok Bagi Milenial

Investasi kini tidak lagi identik dengan orang-orang berusia matang dan mapan. Saat ini generasi muda atau kaum milenial mulai menguasai dunia investasi seiring beragamnya produk dan kemudahan dalam melakukannya.

Co-Founder & CEO Halofina, Adjie Wicaksana menyebutkan pada dasarnya investasi yang paling diminati banyak orang terbagi menjadi tiga yaitu deposito, emas dan properti. Seiring perkembangan zaman, kegiatan berinvestasi berubah fokus kepada solusi yang dibutuhkan seseorang saat hendak melakukannya.

“Di Indonesia sekarang mungkin top 3 investment yang paling diminati hari ini adalah deposito, emas dan properti. Properti itu orang tua dulu kalau punya uang masukin ke situ, sekarang mau beli tanah di mana? Mahal semua, enggak mungkin beli satu meter persegi dulu dicicil,” kata dia dalam sebuah acara diskusi di Menara Satrio, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Oleh karena itu, saat ini kaum milenial cenderung memilih investasi dengan cara yang mudah meski memiliki risiko tinggi. “Jadi sekarang barangnya sama, cara belinya yang beda. Sekarang ada crowd funding untuk properti, terus beli emas bisa digital kita beli,” ujarnya.

Sementara itu, untuk deposito meurutnya tidak jauh berbeda dengan reksa dana dimana investor mengharapkan return dari investasi tersebut. Hal-hal tersebut dikatakan cenderung tidak menarik di mata orang tua.

“Dilihat dari sisi milenial punya karakter jadinya dia lebih mau ambil risiko karena kecenderungan ingin ambil untung yang cepat, makanya mungkin banyak beberapa produk peer to peer lending didominasi milenial dilihat dari user-nya (penggunanya),” ujarnya.

Senada, CMO Bareksa, Rani Sumarni menyebutkan saat ini milenial cenderung menginvestasikan uangnya untuk reksadana. Dia juga menyatakan kaum milenila merupakan pasar potensial bagi perusahaan investasi.

“Investasi ini trend saat ini untuk investasi akan jadi lebih tinggi ke depannya, tentu kami sangat optimis sekali karena dari sisi kebutuhan investasi ini sebenarnya biaya konsumtif yang ditunda. jadi mau enggak mau dengan adanya jumlah usia milenal yang sangatt besar, pasti akan mengcover semua nilai investasi tersebut,” ujarnya.

Dia menyebutkan reksadana sendiri merupakan jenis investasi baru dibanding properti atau emas yang sudah ada sejak dahulu. Namun dalam perjalanannya, kedua jenis investasi tersebut juga mengalai perkembangan dari sisi cara pembeliannya di mana saat ini sudah banyak fintech yang mewadahi investasi secara online.

“Produknya sudah lama tapi lebih invoasi bagaimana caranya ini mudah diperoleh. Nah kalau target marketnya sekarang usia milenial yang nantinya ini sangat prduktif dari sisi income (pendapatan) otomatis ini akan jadi peluang yang sangat besar untuk Indonesia dari sisi investasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengajak kaum milenial untuk segara berinvestasi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing. “Jadi memang tergantung kebutuhannya si customer itu sendiri,” tutupnya. *

(sumber: liputan6.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed