by

Kebun Raya Batam Dikenalkan ke Wisatawan Mancanegara

Batam (netrakepri.com) – Keberadaan Kebun Raya Batam mulai dikenalkan ke wisawatan mancanegara. Salah satunya seperti yang akan dilakukan oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kepri, yang berencana akan membawa pelajar asing berwisata ke Kebun Raya Batam yang berada di kawasan Nongsa.

Ketua Asita Provinsi Kepri, Andika Lim, mengatakan untuk tahap awal, pihaknya akan memperkenalkan Kebun Raya Batam kepada para siswa dari Singapura dan Tiongkok. Para pelajar tersebut akan mempelajari ragam tumbuhan yang ada di Kebun Raya Batam.

“Kita berharapnya nanti di kebun raya ada lokasi untuk berkemah. Jadi, mereka (pelajar asing) bisa lebih lama tinggal di situ,” katanya.

Andika menambahkan, dengan adanya lokasi berkemah nantinya, para pelajar asing tersebut akan memiliki waktu lebih banyak untuk mempelajari ragam tanaman di Kebun Raya Batam. Konsep lainnya yang akan ditawarkan pihaknya adalah dengan pola day trip atau perjalan sehari penuh di Kebun Raya Batam.

“Kita juga akan menawarkan wisata baru ini kepada wisatawan yang menyukai agriculture dan kita memang harus memiliki wisata seperti ini,” paparnya seperti dilansir antarakepri.com, Kamis (3/1).

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati, mengatakan Kebun Raya Batam akan memiliki logo pohon nibung atau oncosperma tigillarium.

Menurutnya pohon nibung mencerminkan ciri khas tananaman endemik di Batam.

“Dengan menjadikan nibung sebagai logo Kebun Raya Batam kita bisa mendeclair sebelum diambil negara lain,” katanya.

Menurutnya, tanaman yang ada di Kebun Raya Batam harus dibudidayakan terutama nibung yang merupakan tanaman endemik di Batam. Kata Enny, negara-negara maju tidak banyak memiliki kekayaan hayati dan jika Nibung tidak dijadikan simbol di salah satu kebun raya di Indonesia, dikhawatirkan nantinya diklaim sebagai tanaman dari negara lain.

“Nibung ini banyak sekali potensinya, kita sengaja mencari dan akan menjadi logo dari kebun raya batam,” ujarnya.

Enny mengatakan pihaknya akan mengeksplore manfaat dan kegunaan dari pohon nibung dari berbagai aspek.

Kata dia, Kebun Raya Batam sudah memenuhi lima fungsi sehingga dapat diresmikan, yakni, sebagai lokasi konservasi, pendidikan lingkungan, penelitian, jasa ekosistem, dan ekowisata.

“Selain itu di sini sudah ada kelembagaan yang bentuk UPTD dan memiliki infrastruktur utama berupa kantor dan pintu gerbang,” katanya.

Wisman ke Kepri Capai 2,3 juta

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala BPS Kepri, Zulkipli, mengatakan, jumlah kunjungan wisman ke Kepri selama Januari-November 2018 mencapai 2.316.143 kunjungan, meningkat 23,63 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2017 sebanyak 1.873.511 kunjungan.

“Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisman di empat pintu masuk di Kepri,” ujarnya.

Keempat pintu masuk tersebut, lanjut zulkipli, Kota Batam menyumbang 1.654.091 kunjungan (71,42 persen), Kabupaten Bintan 461.778 kunjungan (19,94 persen), Kota Tanjungpinang 124.576 kunjungan (5,38 persen), dan Kabupaten Karimun 75.689 kunjungan (3,27 persen).

Selama periode tersebut, paparnya lagi, pengunjung mancanegara yang datang ke Kepri didominasi oleh wisman dari lima negara, yakni singapura 1.121.923 kunjungan, Malaysia 273.373 kunjungan, Tiongkok 236.866 kunjungan, India 97.304 kunjungan dan Korea Selatan 67.075 kunjungan.

“Wisman Singapura merupakan yang terbanyak berkunjung ke Kepri dengan persentase 48,44 persen dari total seluruh kunjugan wisman selama Januari-November 2018,” terang Zulkipli seperti dilansir antarakepri.com, Rabu (2/1).

Zulkipli menambahkan, BPS Kepri juga mencatat pada bulan November 2018 rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepri adalah 1,80 hari. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed