by

Kemenag Kepri Rilis Desa Sadar Kerukunan di Lingga

Daik (netrakepri.com) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Kepri, Drs. H. Marwin Jamal, mengatakan, Indonesia adalah negara dengan indeks kerukunan terbaik di dunia.

“Saya menerima penghargaan indeks kerukunan dari Menteri Agama awal tahun kemarin. Dan selanjutnya saya serahkan kepada Gubernur Kepri,” ujar Marwin Jamal saat Kanwil Kemenag Kepri, merilis pembentukan Desa Sadar Kerukunan di Kelurahan Pancur Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga. Desa Sadar Kerukunan diluncurkan secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Kepri, Minggu (5/11) dalam sebuah kegiatan yang bertajuk Penerangan Kerukunan Bagi Tokoh Agama di Kabupaten Lingga.

Marwin menjelaskan, kerukunan harus dimulai dari unit terkecil, mulai dari keluarga hingga tingkat nasional. Kerukunan, lanjutnya, sangat mahal dan tak terbilang dengan rupiah.

“Indonesia bisa terus rukun karena kita senantiasa menjalin silaturahmi, saling kunjung. Banyak persoalan bisa kita selesaikan bersama jika membuka komunikasi positif,” ujar Marwin.

Dijelaskannya, kerukunan menjadi program prioritas di Kemenag. Bahkan pihaknya telah mewujudkan komitmen yang tinggi merawat kerukunan dengan memberikan bantuan kepada FKUB Provinsi dan FKUB Kabupaten.

“Besaran untuk bantuan FKUB Provinsi Rp50 juta dan bantuan FKUB Kabupaten Rp40 juta setiap tahunnya. Jumlah tersebut akan dinaikkan pada tahun depan menjadi bantuan FKUB Provinsi Rp60 juta dan bantuan FKUB Kabupaten Rp50 juta,” tambah Marwin Jamal.

Dia mengibaratkan, laksana bunga di taman, indahnya keberagaman di Indonesia berwarna-warni membentuk susunan masyarakat yang indah. Selain meluncurkan desa sadar kerukunan, Marwin Jamal dan rombongan juga mengunjungi masjid-masjid yang ada di Lingga untuk safari maghrib dan safari subuh, mengunjungi pondok pesantren dan membina pegawainya di Kantor Kemenag Lingga.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Kepri, Muhammad Sidddiq, SHI, mengatakan, saat ini, Kementerian Agama ingin menyuguhkan kerukunan sebagai brandingnya. Pluralitas di Indonesia menurutnya bisa diihat dari berbagai aspek seperti agama, suku bangsa, kebudayaan, bahasa dan lain sebagainya.

“Sejak zaman Indonesia merdeka kita sudah saling bekerja sama, terutama dalam mewujudkan NKRI. Oleh karena itu empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI menjadi sesuatu yang penting,” kata Muhammad Siddiq.

Dia mengatakan pengaruh media sosial saat ini juga terlalu signifikan terhadap pembentukan opini bagi masyarakat tidak terkecuali kerukunan.

Siddiq menjelaskan, diluncurkannya desa sadar kerukunan adalah untuk memelihara kerukunan mulai dari unit yang terkecil.

“Sejak dari desa kita sudah disadarkan untuk menciptakan, melestarikan, dan memelihara kerukunan,” tambahnya lagi.

Berdasarkan analisis berbagai aspek, Desa Pancur, Lingga Utara ditunjuk sebagai desa sadar kerukunan di Kepri. Pancur dinilai layak ditunjuk sebagai desa sadar kerukunan karena memiliki pluralitas yang cukup tinggi namun masyarakatnya sangat toleransi, saling bergotong royong sejak dulu hingga kini, hampir tidak dirasakan adanya perbedaan.

“Sebagai konsekuensinya, Kanwil Kemenag Kepri akan terus melakukan pembinaan, diantaranya dengan memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan pada tahun ini sejumlah Rp33 juta dan akan diteruskan pada tahun berikutnya sebesar Rp40 juta. Dari Desa Pancur, kerukunan di kepri akan terpelihara. Perangkat Desa Sadar Kerukunan Desa Pancur sudah kita kukuhkan dan selanjutnya akan melaksanakan sejumlah kegiatan melalui bantuan yang kami berikan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Camat Lingga Utara, Kiman Awal, mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag. Menurutnya kerukunan merupakan modal awal dalam pembangunan bangsa. Harapannya desa sadar kerukunan ikut mensukseskan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Pancur adalah salah satu wilayah kami yang sangat lengkap. Kompleksitas itu ditandai dengan beragamnya agama, suku bangsa yang ada di Pancur. Masyarakat Pancur adalah masyarakat yang hidup berdampingan secara damai, bertetangga, saling membutuhkan, saling membantu tanpa membedakan latar belakangnya.”

“Kami berterima kasih kepada Kemenag yang telah mengangkat Pancur sebagai desa percontohan sadar kerukunan. Selanjutnya kami berharap agar masyarakat Pancur mampu menjaga amanah yang diberikan dengan tetap merawat kerukunan antar umat beragama. Ajarkan kerukunan kepada anak cucu kita supaya kerukunan di Pancur tetap berkekalan”, ucap Camat Lingga Utara. (r/kk)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed