Kepala BP Batam Tatap Muka dengan Kadin Kepri

Kepala BP Batam Tatap Muka dengan Kadin Kepri
Lukita Dinarsyah Tuwo (net)

Batam (netrakepri.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri mengapresiasi langkah komunikatif dari Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, yang dalam waktu singkat telah merancang komunikasi dengan pemangku kepentingan di Batam khususnya para pelaku usaha di Batam. Hal ini disampaikan Ketua Kadin Kepri, Ma’ruf Maulana, saat bertatap muka dengan jajaran pimpinan BP Batam, Selasa (7/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut Ma’ruf Maulana mengatakan, apa yang telah dirancang Kepala BP Batam telah mewakili apa yang diharapkan pengusaha.

“Semua yang ingin kami bahas sudah diakomodir, khususnya masalah Perka,” ucap Ma’aruf.

Lukita yang didampingi anggota 2, Yusmar Anggadinata, anggota 3, Dwianto Eko Winaryo, beserta jajaran pejabat Eselon II BP Batam, mengatakan, pertemuan secara maraton dirancang guna mendapatkan masukan-masukan dari semua kalangan dalam rangka menggairahkan investasi di Batam. Diharapkan dengan hal itu, pertumbuhan ekonomi Batam kembali melesat sesuai target membangun ekonomi Batam tumbuh 7 persen dalam dua tahun kedepan.

Disampaikan, seperti keterangan pers yang diterima netrakepri.com, Rabu (8/11/2017), upaya jangka pendek (Quick Win 100 hari) maupun jangka panjang (selama 2 tahun target) Kepala BP Batam fokus membentuk iklim investasi yang baik.

Dijelaskan Lukita, dalam setiap pertemuan ingin diketahui apa saja keluhan dan masukan dari pengusaha. Dari sejumlah pertemuan diantaranya dengan REI Batam, HKI, dan Kepelabuhanan beberapa waktu lalu, BP Batam telah merancang langkah untuk 100 hari kerja atau Quick Win 100 hari kerja.

Lebih lanjut diterangkan, Quick win 100 hari kerja Kepala BP Batam, diantaranya, merevisi perka terkait lahan, Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dan pelabuhan, penyelesaian masalah perizinan lahan dan pencabutan lahan, percepatan pelayanan berusaha dan peluncuran Mall Pelayanan Publik, peningkatan komunikasi BP Batam dengan pemangku kepentingan di Batam, meluncurkan Master Plan jangka panjang, penanganan masalah sosial terkait lahan, rancangan reorganisasi BP Batam, review/revisi tarif pelayanan BP Batam (tarif bandara), pelaksanaan iven internasional dan nasional secara berkala dan persiapan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Lukita meyakini bahwa jalan memperbaiki Batam adalah dengan bergandengan tangan dan mengajak mitra BP Batam bersama mengedepankan kepentingan masyarakat dan kepentingan dunia usaha.

Kadin Kepri dalam pertemuan itu mengusulkan sejumlah masukkan, diantaranya, prasyarat investor yang bisa mendapatkan kemudahan i23J kedepan tidak dibatasi pada jumlah minimal investasi Rp50 miliar sehingga ada keleluasan bagi investor sebesar-besarnya untuk berinvestasi di Batam. Lalu, mengharapkan BP Batam menindaklanjuti regulasi di pelabuhan secara keseluruhan yang dinilai memberatkan proses ekspor dan impor perusahaan mengacu pada negara tetangga yang sedang bersaing dengan Batam yakni Vietnam yang telah lebih dulu menggunakan sistem Just in Time di pelabuhan. Sedangkan, revisi perka adalah mengakomodir kepentingan bersama dan melibatkan semua pihak dunia usaha agar tidak menghasilkan perka sepihak, serta mewujudkan Master Plan Batam dimana mengakomodir arah pengembangan Batam sebagai poros maritim. (is/r)

Most view article

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply