Kepri Deflasi pada Februari

Kepri Deflasi pada Februari
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra. (net)

Batam (netrakepri.com) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi pada Februari sebesar 0,03 persen (mtm) lebih rendah dibandingkan bulan lalu, yang mengalami inflasi sebesar 0,88 persen (mtm).

Wakil Ketua Dewan Pengarah TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, menyatakan secara tahunan, inflasi IHK Kepri tercatat 3,99 persen (yoy), juga lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4,19 persen (yoy). Namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,18 persen (yoy).

“Deflasi Februari 2018 lebih rendah dibanding rata-rata historisnya 3 tahun terakhir yaitu deflasi 0,22 persen (mtm),” ujar Gusti Raizal Eka Putra yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri ini.

Deflasi Februari didorong deflasi volatile foods yang mencatatkan deflasi 2,83 persen (mtm), dibanding bulan lalu yang mengalami inflasi sebesar 3,92 persen (mtm).

Deflasi kelompok volatile foods, terutama penurunan harga bayam, kacang panjang, bawang merah, kangkung dan sawi hijau.

Ia menduga, harga bayam, kacang panjang dan kangkung turun karena kecukupan produksi lokal.

Harga bayam deflasi 39,46 persen (mtm), kacang panjang 19,32 persen (mtm), kangkung 25,02 persen (mtm) dan bawang merah 9,57 persen (mtm).

Sama dengan bayam, menurut Gusti, penurunan harga bawang merah terjadi karena jumlah pasokan yang melimpah di daerah sentra penghasil.

Berdasarkan hasil pantauan PIHPS, rata-rata harga bawang merah di Sumut pada Februari turun 6,89 persen dibandingkan Januari.

Sementara kelompok administered prices mencatatkan inflasi 1,50 persen (mtm), dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,61 persen (mtm).

Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh peningkatan tarif listrik di Batam yang mencatatkan inflasi 6,49 persen (mtm) dengan andil 0,29 persen (mtm).

“Peningkatan tarif listrik pada Februari merupakan yang ketiga kalinya sesuai dengan Peraturan Gubernur Kepulauan Riau No. 21 Tahun 2017 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh Pelayanan Listrik Nasional Batam,” kata Gusti seperti dilansir antarakepri.com, Kamis (8/3/2018).

Sedangkan kelompok inti mencatatkan inflasi 0,37 persen (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,41 persen (mtm).

Inflasi kelompok inti terutama bersumber dari kenaikan harga ayam goreng yang mengalami inflasi sebesar 10,18 persen (mtm) dengan andil 0,07 persen (mtm).

“Kenaikan harga ayam goreng sejalan dengan kenaikan harga daging ayam yang disebabkan kenaikan harga daging ayam ras akibat berkurangnya pasokan,” kata dia. (ant)

Most view article

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply