Masyarakat Batam Tolak Lima Hal

Masyarakat Batam Tolak Lima Hal
(net)

Batam (netrakepri.com) – Pemerintah Kota Batam, tokoh lintas agama dan masyarakat Kota Batam Batam menyatakan menolak lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), dalam peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-72 Kementerian Agama, Rabu (3/1/2018).

“Itu kesepakatan kita bersama. Kita ingin deklarasi bersama,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Dalam deklarasi yang dibacakan, unsur pemerintah, DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, BP Kawasan Batam, Kemenag Kota Batam, serta tokoh lintas agama dan masyarakat Kota Batam, sepakat menolak lima hal. Lima hal yang ditolak yaitu LGBT, radikalisme, terorisme, narkoba dan berita hoax.

“Tidak boleh ada terorisme, narkoba, radikalisme, dan semuanya. Kita akan menangkan itu supaya Batam tetap aman dan kondusif,” kata Rudi.

Pernyataan sikap diantaranya ditandatangani Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Kepala BP Batam Lukita, Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Kepala Pengadilan Negeri Batam, Komandan Kodim 0316/Batam, Komandan Lanal Batam, Kapolresta Barelang, Komandan Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti, Komandan Yonif 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha, Komandan Denpom I/6 Batam dan Kepala BNN Batam.

Tokoh agama juga ikut menandatangani yaitu tokoh muslim Usman Ahmad, tokoh Katolik Winarno, tokoh Kristen, Surya Wijaya, tokoh Hindu, I Wayan Catrayasa, tokoh Budha, Rudi Tan, dan tokoh Konghucu, Tan Tie Min.

Sementara itu, apel dimeriahkan berbagai penampilan dari santri madrasah yang ada di Kota Batam, diantaranya marawis dan zikir bermadah. (r)

Most view article

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply