by

Masyarakat Diminta Waspada Investasi Keuntungan Besar

Batam (netrakepri.com) – Selama Januari hingga Oktober 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri, telah menghentikan 14 kegiatan usaha penghimpunan dana dan pengelolaan investasi tanpa izin di Kepri.

“Ada 14 kegiatan yang kita hentikan, sehingga total telah dilakukan penghentian kegiatan usaha terhadap 62 entitas yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Kepala OJK Kepri, Iwan M Ridwan.

Menurutnya, berdasarkan data terdapat peningkatan jumlah investor di Industri Pasar Modal sebesar 17,45% dengan akumulasi nilai transaksi saham hingga Agustus 2017 sebesar Rp663 miliar.

“Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar,” kata dia.

Saat ini terdapat 24 perusahaan Fintech telah memperoleh izin dari OJK untuk menyediakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Dimana adanya dampak perkembangan teknologi secara positif telah diadaptasi oleh Sektor Jasa Keuangan dalam penyediaan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi.

“OJK juga melayani pengaduan konsumen di sektor Jasa Keuangan hingga September 2017, bertempat dikantor kami telah menerima 326 penerimaan informasi dan 162 pengaduan,” kata Iwan. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed