“Untuk Maju, Mindset SDM Harus Diubah “

“Untuk Maju, Mindset SDM Harus Diubah “
M Nur A Nasution, S.Sos, M.Pd, CHA, Direktur Batam Tourism Polytechnic (netrakepri.com)

Batam (netrakepri.com) – “Agar daerah bisa maju dan berkembang, salah satu cara yang harus dilakukan adalah mengubah mindset para SDM-nya. Dari berpikiran lokal, menjadi berpikiran global.” Demikian dikatakan oleh M Nur A Nasution, S.Sos, M.Pd, CHA, Direktur Batam Tourism Polytechnic (BTP), saat berbincang dengan netrakepri.com, Selasa (3/7/2018).

Dikatakannya, dengan berpikiran global, para SDM tersebut akan terpacu untuk bisa bersaing dan berkompetisi dengan dunia luar.

“Untuk mencapai hal itu, tentu harus ada bekal yang cukup, seperti teori, ilmu, pengetahuan, serta praktik-praktik dari teori yang diperolehnya itu,” ucap M Nur.

Dia mencontohkan pada mahasiswa yang belajar di Batam Tourism Polytechnic (BTP).

“Ketika seorang calon mahasiswa hendak masuk ke BTP, ada pertanyaan awal yang saya sampaikan pada mereka, yakni, ‘Tamat dari BTP, apa ingin kerja di Batam atau luar negeri?’. Jika mereka menjawab, ‘di Batam’, maka saat itu saya ubah pola pikirnya. Saya akan katakan, tamat dari BTP, harus bisa bekerja di luar negeri. Harus bisa bekerja di hotel-hotel berbintang di dunia. Sebab, dengan bekerja di luar negeri dan hotel-hotel berbintang, ilmu dan pengetahuan akan bertambah. Cakrawala berpikir akan luas. Mereka akan bisa berkompetisi dengan orang-orang hebat di luar sana,” terang Nur.

Jadi, lanjut Nur, mahasiswa yang menimba ilmu di BTP akan dibekali dengan ilmu-ilmu yang memang dibutuhkan di dunia kerja pariwisata. Apalagi, tambahnya, BTP memiliki sarana yang fasilitas yang sangat mendukung untuk melahirkan SDM pariwisata yang profesional.

“Sekarang saja, banyak mahasiswa BTP yang magang di hotel berbintang di Qatar, Dubai, Malaysia, dan sejumlah hotel berbintang di Indonesia. Kita dorong mereka untuk berkarya di luar negeri. Kita motivasi mereka untuk dapat berbuat yang terbaik di luar negeri. Lalu, saat mereka nanti kembali ke Indonesia, kampung halamannya, mereka bisa memberikan sesuatu yang lebih. Mereka inilah yang diharapkan dapat mengangkat dunia pariwisata di Batam dan Kepri khususnya dan Indonesia pada umumnya,” papar M Nur lagi.

Lelaki yang telah malang melintang di dunia pariwisata dan perhotelan di banyak negara di dunia dan Indonesia ini mengungkapkan, mengubah mindset para SDM usia kerja sudah menjadi suatu keharusan saat ini.

“Apakah SDM-SDM yang ada sekarang hanya akan menjadi penonton? Tidak kan? Karena itu, agar mereka bisa menjadi ‘pemain’ dan mengambil peran yang besar dalam kompetisi saat ini, mereka harus membekali diri. Mengasah kemampuan dan menimba ilmu,” ucapnya lagi.

“Saya percaya, SDM-SDM kita memiliki potensi yang bisa diandalkan. Namun, jika tidak dimotivasi, tidak diubah cara berpikirnya, dikhawatirkan mereka akan tetap menjadi penonton. Sebab itu, tugas kita bersama untuk mendorong mereka,” paparnya lagi.

Terkait hal itu, M Nur juga mengambil contoh sejumlah pemerintah di Kepri dan Riau yang kini sudah mulai melakukan langkah-langkah positif.

“Ada sejumlah pemerintah daerah yang memberikan bea siswa pada putra-putra terbaik di daerahnya untuk belajar di BTP. Sebelumnya kita sudah sosialisasi pada mereka tentang program pendidikan kita yang berorientasi global. Dan, Alhamdulillah, mereka tertarik. Anak-anak mereka ini akan kita didik dengan baik. Harapannya, mereka inilah yang akan menjadi motivator bagi generasi selanjutnya,” terangnya lagi.

Ketika ditanya soal konsep pariwisata di Batam saat ini, M Nur mengatakan, apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini sudah cukup bagus.

“Tinggal lebih memfokuskan apa yang menjadi targetnya. Contohnya, jika memang ingin ‘menduniakan’ Batam, bisa saja dibuat iven skala internasional. Misalnya, digelar kompetisi chef dunia. Undang chef-chef terbaik dunia untuk berlomba di Batam. Kita ramu betul kegiatan itu secara profesional. Kita lombakan menu-menu khas Batam dan Kepri. Dengan hadirnya mereka di Batam, secara langsung akan mengangkat Batam di tingkat dunia. Apalagi ditopang dengan promosi dan publikasi yang masif, saya percaya, dalam dua tiga tahun ke depan, Batam benar-benar bisa mendunia,” jelasnya lagi.

Selain itu, M Nur juga memberi saran, agar program pariwisata Batam dapat berjalan sesuai harapan, sejumlah hal harus diperhatikan, seperti infrastuktur di lokasi-lokasi pariwisata, program pariwisata yang reguler, iven yang berskala internasional, mengedepankan konsep ramah wisatawan di tengah masyarakat, dan lainnya.

“Yang pasti, ketika wisatawan berkunjung ke Batam, mereka harus benar-benar merasa aman dan nyaman. Ini kata kuncinya,” pungkas M Nur. (is)

Most view article

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply