by

Ada Air Mata Luis Milla di Ruang Ganti Timnas Indonesia

Luis Milla mungkin sudah menjalani pertandingan terakhirnya bersama Timnas Indonesia. Usai pertandingan Timnas U23 vs Uni Emirat Arab (UEA), sebelum kembali ke Spanyol, dia mengucapkan perpisahan sambil berurai air mata.

Oleh PSSI, Milla dikontrak hanya sampai Asian Games 2018. Masih jadi tanda tanya besar apakah dia akan dapat kontrak baru atau dilepas oleh federasi.

Milla gagal memenuhi target yang dibebankan padanya untuk mengantar Timnas Indonesia masuk semifinal Asian Games 2018. Hansamu Yama dkk tersingkir di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari UEA, Jumat (25/8/2018) sore kemarin.

Asisten pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti belum bisa melupakan kesedihan setelah ditinggalkan oleh Luis Milla. Dia mengungkapkan detik-detik Milla berpamitan di ruang ganti.

Baca juga :  Jembatan Barelang Miliki Sejuta Pemandangan

Bima mengungkapkan Milla sempat mengungkapkan kesedihannya harus meninggalkan timnas Indonesia. Pelatih 52 tahun itu sementara waktu memilih kembali ke kampung halamannya, Spanyol.

“Tetap semangat Coach Luis, ada hal yang mengharukan di ruang ganti pemain tadi malam…beliau berkata: Saya sedih sekali…umur saya sudah 52 tahun banyak kenangan dalam sepakbola, sedih gak juara waktu main di La Liga, sedih gak juara waktu main dua kali di final Liga Champions,” tulis Bima di akun instagramnya.

“Tapi beliau mengungkapkan, sedihnya tidak seperti malam ini…lalu beliau menangis…terima kasih Coach Luis Milla atas dedikasi, perjuangan dan kecintaanmu buat INDONESIA,” tutup Bima.

Masa depan Luis Milla hingga kini belum dipastikan. PSSI belum memiliki rencana untuk membahasnya dalam waktu dekat, namun PSSI tetap memberikan apresiasinya atas perjuangan skuat Merah Putih.

Baca juga :  Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Tinjau Waduk Sei Harapan dan Agrowisata Marina dengan Bersepeda

Sementara itu, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destri, menilai timnas Indonesia telah berjuang semaksimal mungkin. Akan tetapi, memang hasilnya tak seperti yang diharapkan.

“Saya sangat bangga kepada anak-anak, bangga sekali dengan perjuangan mereka. Namun, pengalaman bertanding memang tidak bisa dibeli dengan apapun kecuali dengan waktu,” ujar Tisha.

Ketika ditanya bagaimana nasib Milla ke depannya, Tisha menyebut PSSI belum akan membahasnya.

“Kami tidak ngomongin itu dululah. Kami dari awal ingin Luis konsentrasi pada Asian Games. Harus konsentrasi, tidak boleh yang lain,”

“Ya nanti kami lihat saja,” katanya.

Salah seorang punggawa Timnas U23, Stefano Lilipaly meminta PSSI mempertahankan Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu dianggap telah memberikan banyak hal berharga.

Baca juga :  Kadisbudpar: Batam Nyaman untuk Destinasi Wisata

Luis Milla telah menjadi pelatih Indonesia sejak Januari 2017. Stefano Lilipaly baru dipanggil belum lama sebelum Asian Games sebagai pemain senior.

Selama ditangani Milla, pemain Bali United itu merasa timnas Indonesia mengalami banyak kemajuan. Dia telah memberikan banyak pelajaran terutama untuk pemain-pemain muda.

“Saya berharap dia dan stafnya akan tetap menjadi pelatih (timnas Indonesia). Dia adalah pelatih hebat dengan banyak pengalaman, dan juga orang yang hebat. Itu akan sangat baik untuk tim nasional jika mereka akan dipertahankan,” ungkap Stefano.

“Kami dapat belajar banyak darinya terutama generasi muda mereka sudah sangat menghormati dia (Milla). Jadi saya berharap dia akan tetap stay,” katanya menegaskan. (dc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed