by

Anak Selayar Berpakaian Adat saat Upacara HUT ke-73 RI

(netrakepri.com) – Anak-anak di Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga mengikuti upacara HUT ke-73 Republik Indonesia di halaman pasar Desa Penuba dengan berpakaian adat berbagai suku bangsa di Indonesia, Jumat (17/8/2018).

Lokasi tempat pengibaran bendera tersebut merupakan lokasi yang cukup historis di Pulau Selayar sejak zaman penjajahan Jepang.

“Penuba dan Pulau Selayar ini memiliki nilai sejarah di era zaman penjajahan dulu, disini banyak berdiri bangunan-bangunan peninggalan Belanda dan ini dulunya kota kecil di Kepri,” ucap Sekretaris Camat Selayar, Sabirin.

Anak-anak tersebut tampak sangat bersemangat mengikuti upacara HUT RI, adanya penampilan anak-anak dengan berpakaian adat Nusantara ini tidak terlepas dari sejarah Penuba Pulau Selayar.

Pulau kecil dengan jumlah penduduk terpadat ini diapit, dua kota besa di Kabupaten Lingga yaitu Ibukota Daik Lingga dan Pulau Singkep.

Dulunya, di masa penjajahan Belanda, Pulau Penuba, dijuluki Hawaii van Lingga oleh pemerintahan Belanda.

Pulau ini dulunya menjadi tempat persinggahan, karena letaknya yang sangat strategis sehingga dijadikan pusat perdangangan. Sebagai pusat perdagangan Pulau Penuba dulunya selalu ramai dikunjungi, para pedagang yang singgah ke pulau ini.

Di awal abad ke-19 adalah awal mulanya Penuba menjadi pulau kecil yang cukup maju di kala itu, ditambah lagi saat Pulau Singkep menjadi lokasi eksploitasi biji timah.

Pulau Penuba Kecamatan Selayar ini, merupakan ibukota Kecamatan pertama di Provinsi Riau yang membawahi pulau Singkep dan Pulau Lingga, serta pulau-pulau lainnya.

“Bukti sejarah masih banyak disini, bangunan-bangunan Belanda dan berbagai peninggalan lainnya masih ada yang berdiri kokoh,” sebutnya seperti dilansir antarakepri.com, Jumat (17/8/2018).

Meskipun begitu benda-benda peninggalan bersejarah ini, sangat minim mendapat perhatian pemerintah, sehingga karena usianya yang sudah ratusan tahun membuat beberapa bangunan peninggalan Belanda ini sudah mulai ada yang roboh dan ada yang sudah tidak layak dihuni lagi.

Sepeninggalan penjajahan Belanda, Pulau Penuba ini semakin terlupakan ditambah lagi dengan tutupnya PT. Timah di Pulau Singkep, Penuba semakin tidak terperhatikan.

Hal inilah membuat Pemerintah Kabupaten Lingga memekarkan Pulau Penuba menjadi Kecamatan baru dengan nama Kecamatan Selayar. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed