by

Apa Langkah di Tengah Ancaman Resesi?

Pandemi corona telah memberi dampak besar terhadap ekonomi dunia. Lihat saja, sejumlah negara di Eropa mengalami resesi yang cukup dalam. Sebut saja, Jerman, Inggris, dan yang baru ini adalah Skotlandia. Selain Eropa, negara di Asia juga sudah resesi. Seperti halnya negara tetangga seperti Singapura, Thailand hingga Malaysia.

Ekonom BNI, Ryan Kiryanto mengatakan penguatan konsumsi rumah tangga yang di dalam program pemulihan ekonomi perlu dijalankan. Hal itu tertuang dalam pos-pos jaring pengaman sosial, diantaranya penyaluran bansos, bansos produktif, kartu pra kerja, program PKH.

Baca juga :  Mohamed Salah, Raja Mesir yang Membumi

“Ini dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat lapis bawah yang rentan terdampak oleh pandemi Covid-19,” kata Ryan, Minggu (23/8/2020).

Dia melanjutkan relaksasi restrukturisasi kredit terdampak oleh covid-19 melalui POJK No. 11/2020 tentu sangat membantu kalangan perbankan dan dunia usaha, terutama segmen UMKM, untuk mampu melewati periode bertahan dan lanjut ke periode pemulihan saat ini.

Baca juga :  BP Batam Targetkan Investasi USD 750 Juta

“Lebih-lebih sekitar 58-60% dari total PDB Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga, bukan oleh ekspor. Maka, sudah benar strategi pemerintah untuk menjaga signal pemulihan ekonomi di kuartal III dan kuartal IV serta kuartal-kuartal berikutnya di 2021,” imbuhnya.

Menurut dia, negara-negara Zona Euro, termasuk Skotlandia yang mengalami resesi tidak memberikan efek yang besar untuk perekonomian Indonesia.

Baca juga :  BP Batam Buka Layanan BLINK Kolaborasi dengan BPPRD Pemko Batam

“Khususnya ekspor nonmigas, sehingga relatif tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan PDB atau pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tandasnya.*

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed