by

Apa Olahraga yang Ideal Selama PSBB?

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama darurat virus corona tidak berarti membatasi kegiatan berolahraga.

Salah satu olahraga yang bisa jadi pilihan di masa pembatasan sosial dan juga work from home (WFH) ini adalah jalan santai keliling kompleks perumahan

Selain menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, olahraga juga bisa memicu tubuh meningkatkan imunitas.

Dokter Andi Kurniawan Sp. KO mengatakan selama WFH maupun PSBB, gaya hidup seseorang tidak seaktif sebelum pandemi Covid-19. Aktivitas fisik bakal lebih rendah karena waktu di rumah lebih banyak dihabiskan dengan duduk atau rebahan.

Baca juga :  St. Valentine Gourmet Dinner by The Sea di Turi Beach Resort

“Aktivitas fisik menurun ini berbahaya untuk kesehatan. Karena penelitian membuktikan, mereka yang kurang gerak bisa terkena obesitas, kolesterol, dan penyakit kronis lain. Mau tidak mau harus olahraga dan tetap bergerak,” kata Andi, Rabu (15/4).

Olahraga yang dianjurkan adalah yang intensitasnya rendah sampai sedang, termasuk jalan santai dan jalan cepat. Namun sebelum jalan santai di luar rumah, hal pertama yang harus dipastikan adalah memiliki kondisi tubuh yang sehat.

Saat jalan santai keliling kompleks perumahan juga harus tetap memperhatikan imbauan physical distancing dengan menjaga jarak, menggunakan masker, tidak menyentuh benda apapun, serta tidak mengusap keringat menggunakan tangan. Sebaiknya, berolahraga ini dilakukan selama 30 menit sampai satu jam setiap harinya.

Baca juga :  Batam Pusat Pelatihan OSS

“Jangan melakukan olahraga yang intensitasnya tinggi, yang menyebabkan kita ngos-ngosan karena itu akan mengganggu pernapasan dan takutnya justru malah menurunkan imunitas tubuh,” ucap dokter yang juga Direktur SPPOI-Eminence milik pemerintah tersebut.

Namun, rutinitas jalan santai selama waktu yang telah dianjurkan saja belum cukup untuk tetap menjaga tubuh dari bahaya penyakit.

Baca juga :  Batam International Culture Carnival Kembali Digelar

Andi mengatakan olahraga juga harus diimbangi dengan aktivitas lain yang dianggap sebagai bagian dari daily exercise.

“Kalau habis olahraga terus rebahan lagi, duduk-duduk seharian ya tidak berpengaruh juga. Tapi minimal berdiri, jalan di area rumah dan lakukan gerakan-gerakan lain, karena itu penting,” tutur Andi.

“Contoh paling gampang, sebelumnya dalam keadaan normal minimal kita bisa mencapai 4.000 sampai 5.000 langkah per hari. Sekarang mau cari 2.000 langkah saja susah. Maka itu, selain berolahraga rutin, perlu ditambah aktivitas sehari-hari,” ujar Andi.*

(sumber: cnnindonesia.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed