by

Awas! Pahami Hal Ini Saat Membuka Usaha

Ketika membuka usaha, segala kelebihan dan kelemahan harus dipahami secara baik. Hal ini untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan.

Perencana Keuangan, Andi Nugroho, seperti dilansir okezone.com menyampaikan, ada perlu yang diwaspadai saat membuka usaha.

“Kita sudah tahu mau jual suatu produk atau jasa. Tapi, kita nggak membuka diri, ngga kasih info ke orang-orang, bahwa kita sekarang jual ini loh, sekarang bisnis ini loh,” ujarnya.

Terkadang ada beberapa orang yang belum terbiasa membuka usaha dan memasarkannya sendiri. Mungkin ada kaitan dengan background pekerjaan yang sebelumnya, bisa membuat kurang mengenal dunia luar dan dunia pemasaran.

Baca juga :  Warga Puri Malaka Apresiasi Realisasi Program PIK dan DAU

“Kemudian kita jadi wirausahawan, jadi pebisnis cuma diem-diem aja ya gimana caranya orang lain tahu bahwa kita menjual hal tersebut, berarti kita harus membuka diri nih. Minimal kalau kita malas ketemu dengan orang luar, malas japri atau promosi sendiri, kita bisa lewat sosial media,” ungkap Andi.

Perhatikan lagi bagaimana kita akan memasarkan produk dan Self Branding disaat ingin membuka usaha. Bersosialisasi dengan banyak orang selain kita mendapat teman baru, juga dapat membuka peluang bisnis jadi lebih maju.

Baca juga :  Cari Tempat Nongkrong Outdoor di Tengah Pandemi? Cek di Sini!

“Jadi selain kita punya produknya, kita juga punya marketnya. Kalau kita punya produk sebagus apapun, kalau kita ga ketemu marketnya, ga ketemu pembelinya, ya akan repot juga,” ungkapnya.

Selain Self Branding, yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah bagaimana mengeluarkan modal. Jangan sampai terlalu banyak mengeluarkan modal namun, tidak ada hasilnya.

“Jangan keluarkan modal 100%, sedikit demi sedikit kita keluarkan, apalagi jika kita tidak ada sumber penghasilan yang lain, bisa 30% dulu atau maksimal 50% dulu, biar muter dulu biar menghasilkan dulu,” jelas Andi.

Baca juga :  Kejutan Mohamed Salah Dinanti

Menurutnya, ketika sudah mengerti ritmenya, sudah dapat polanya, kalau mau ditambah lagi modalnya tidak apa-apa. Karena risikonya kalau sudah mengeluarkan modal 100% tetapi tidak berhasil, tidak bisa memulai usaha lagi.

“Kita bisa meminimalisir modal yang dikeluarkan contohnya dengan menjadi makelar/reseller. Kita juga mendapatkan komisi tanpa mengeluarkan biaya modal yang besar,” jelasnya.

Dengan menjadi makelar/reseller, kita bisa meminimalisir kerugian juga mendapat tambahan ilmu berbisnis. Dengan begitu kita bisa menentukan langkah selanjutnya.*

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed