by

Bagaimana Agar Usaha Tak Buntung di Tengah Ancaman Resesi?

Kondisi saat ini dinilai serba tak menentu. Biaya hidup semakin tinggi. Disisi lain, kondisi ekonomi berada di ambang resesi setelah pada kuartal II-2020 minus 5,3%.

Bagi mereka yang hendak membuka usaha dalam kondisi sekarang, Perencana Keuangan, Andi Nugroho, mengungkapkan, sebelum membuka usaha ada baiknya merencanakannya dengan matang. Selain itu juga jangan semua dana yang dimiliki dialokasikan untuk membuka usaha.

Baca juga :  Bunga Acuan BI Diramal Tetap 6%

Karena jika hal tersebut dilakukan, bukan tidak mungkin akan rugi besar. Apalagi jika usaha atau bisnis yang dijalani mandek atau macet di tengah jalan.

Menurut Andi, ada baiknya alokasi anggaran untuk membuka bisnis adalah sebesar 30% saja dari penghasilan. Jika penghasilannya adalah Rp5 juta setiap bulan maka, alokasi anggaran untuk bisnis adalah sebesar Rp1,5 juta setiap bulannya.

Sedangkan jika dikumpulkan dalam satu tahun, maka alokasi anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp18 juta. Angka tersebut hasil dari Rp1,5 juta dikalikan 12 bulan.

Baca juga :  Apa Khasiat Mandi dengan Air Dingin?

“Paling enggak 30% dulu lah itu maksimal ya. Untuk kita cek cek ombak mulai adaptasi dengan bisnis baru tersebut. Jadi yang bisa kita lakukan seperti itu,” ujarnya, pada, Minggu (9/8/2020).

Selain itu lanjut Andi, yang perlu dilakukan adalah merencanakannya dengan matang. Sebelum memulai usaha hendaknya melakukan survei kecil-kecilan kepada calon pasar yang akan disasar.

Baca juga :  BP Batam Gaet Investor dari Ajang CIFIT 2019

“Pastinya kalau kita mau masuk ke bisnis tersebut sudah sedikit banyak survei pasar dulu potensinya seperti apa sih jadi jangan asal nyebur harus ada penelitian kecil-kecil dulu lah untuk melakukan patut atau tidak enggak bisa enggak bisnis ini kita jalanin,” kata Andi. *

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed