Baca juga :  Investor Dubai Tertarik dengan Batam

Dia memprediksi pertumbuhan bisnis properti di tahun 2021 nanti bila memang situasi penanganan Covid-19 sudah mulai membaik, maka penjualannya akan naik 20% hingga 40% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kalau perkiraan saya bisa jadi pertumbuhan antara 20-40% tahun depan. Di tahun ini gambaran kasarnya turunnya hampir 50% lebih dari tahun 2019, karena memang beberapa bulan ini penjualan sangat terbatas,” ujarnya.

Meski begitu, pertumbuhan bisnis di sektor properti pun harus dibarengi dengan kebijakan penawaran harga yang menarik dari pihak pengembang. Sebab, dirinya menilai perbaikan ekonomi masyarakat masih mengalami perlambatan pada tahun depan.

Dia mengimbau agar kepada seluruh pengembang berani menurunkan harga dari yang biasanya. Hal ini untuk menarik minat dari masyarakat agar mau membeli di tengah krisis yang masih berlangsung.

Baca juga :  FPKP Beri Bantuan Kepada Pelaku Pariwisata di Kepri

“Kalau sudah dalam kondisi kayak gini harusnya (diskon) juga menarik. Tentu segala macam usaha harus dilakukan. Diskon yang ditawarkan itu belum cukup menarik dari proyek-proyek yang ada sekarang ini. Berani bikin harga yang menarik jualannya akan lebih sukses dari proyek-proyek sebelumnya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida menilai dari berbagai jenis properti, yang akan mengalami peningkatan penjualan paling cepat adalah sektor landed house. Pasalnya, peminatnya mulai terlihat positif sejak kuartal IV-2020.

“Yang paling cepat tumbuh di 2021 nanti adalah penjualan sektor perumahan. Diperkirakan kuartal I saja sudah mulai ada peningkatan,” kata Paulus.

Baca juga :  BP Batam Raih Penghargaan dari Kominfo RI

Dia menilai bagi sektor apartemen, penyewaan kantor dan mal mungkin akan mengalami pemulihan cukup lama dari perumahan. Sebab, di tengah ketidakpastian ekonomi sekarang orang akan lebih memilih untuk membeli rumah ketimbang apartemen.

Kemudian, terkait penyewaan kantor dan mal, kata dia, pihak pengelola harus mencari cara untuk mengubah konsep yang akan ditawarkan. Misalnya, mempersempit ruangan-ruangan, karena pasti yang dibutuhkan belum kembali normal seperti biasanya.

“Untuk apartemen kita masih akan pikirkan terobosan apa yang harus ditawarkan pada 2021 nanti. Kalau penyewaan kantor dan mal, diperkirakan baru pulih pada 2022, sehingga mereka harus berpikir kreatif untuk menyesuaikan dengan keadaan sekarang,” katanya. *

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed