by

Bagaimana Penyelenggaraan Haji 2022? Berikut Penjelasan Kabid PHU Kemenag Kepri

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Kepri, H. Afrizal, menyampaikan, penyelenggaraan ibadah haji 2022 masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi.

Jika diberangkatkan pada 2022, maka jemaah calon haji yang akan diberangkatkan merupakan JCH yang ditunda pada 2020. Untuk ini, Kepri memiliki quota 1.281 jemaah.

Demikian diungkapkan, Afrizal saat dialog lintas Tanjungpinang Pagi di Pro 1 RRI Tanjungpinang dengan tema Penantian Panjang Haji dan Umrah. Kegiatan dipandu oleh Host Erita Fitra Insani, Rabu, 23 Februari 2022.

“Namun hingga kini, Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan dan Menteri Agama terus melakukan koordinasi dengan pisahk Arab Saudi. Setelah ada keputusan pemberangkatan dari Pemerintah Arab Saudi, maka Menteri Agama akan menandatangani MoU yang berisi kuota JCH reguler dan haji khusus,” kata Afrizal menjelaskan.

Baca juga :  13 Mei 2020, Sriwijaya Air Group Kembali Layani Penerbangan Domestik

Saat ini, lanjutnya, pihaknya terus memetakan berbagai kemungkinan. Jika berlaku kuota penuh pada 2022 maka pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan.

“Terkait keberangkatan, berapun kuotanya, jemaah kita sudah siap, namun tentu saja kita berharap kuota yang diterima adalah kuota penuh,” ujarnya.

Afrizal menyebutkan waiting list di Kepri sudah mendekati tahun 2041. Persiapan untuk keberangkatan 2022 jika diselenggarakan diantaranya meliputi persiapan paspor, visa, vaksinasi meningitis dan vaksinasi lengkap.

Sementara untuk manasik haji dilakukan secara online melalui aplikasi haji pintar dan berbagai media lainnya.

“Kami juga sudah membagikan panduan manasik haji dimasa pandemi,” imbuhnya.

Terkait besaran biaya haji, Afrizal mengatakan sesuai dengan usulan Menteri Agama, besaran BPIH 2022 sebesar Rp45.053.368 yang didalamnya termasuk biaya untuk penyelenggaraan protokol kesehatan.

Baca juga :  BP Batam Resmi Operasikan SPAM Batam

“Karena untuk biaya umrah yang diselenggarakan oleh penyelenggara umrah sudah mendekati Rp.39 juta. Nanti besaran biaya resmi akan diumumkan setelah mendapatkan penetapan Presiden melalui Keppres,” jelasnya.

Di acara yang sama, Kasi Bina Umrah dan Haji Khusus, Khatijah menyebutkan, selama pandemi penyelenggaraan umrah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah memberlakukan one gate policy melalui Jakarta.

“Dari Kepri sudah mulai diberangkatkan pada 8 Januari 2022 melalui Jakarta. Seluruh jemaah umrah melalui Jakarta karena harus dikarantina di Jakarta selama satu hari dan dilakukan PCR,” tuturnya.

“Setelah dinyatakan negatif dan diberangkatkan ke Arab Saudi, jemaah juga menjalani karantina selama 5 hari disana. Pemerintah Arab Saudi sudah memberlakukan barcode system yang mengatur lalu lintas jemaah umrah selama berada di Arab Saudi dimana mereka memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat,” terangnya lagi.

Baca juga :  Sambut HUT ke-4, Horison Pematangsiantar Berikan Promo Spesial

“Sejauh ini, jemaah umrah asal Indonesia kenal memiliki sikap disiplin yang tinggi. Dan ketika jemaah pulang ke Indonesia melalui Jakarta, juga akan di lakukan PCR dan karantina selama 3 hari,” tambah Khatijah.

Dia juga menyampaikan, seluruh jemaah umrah wajib mengikuti vaksin meningitis dan vaksin lengkap. Selain itu, Khatijah berpesan agar jemaah umrah menerapkan pasti umrah, yakni pasti travelnya berizin, pasti jadwalnya, pasti maskapainya, pasti hotelnya dan pasti visanya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed