by

Bayi dalam Kandungan pun Bisa Terdaftar dalam JKN-KIS

(netrakepri.com) – Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Tanjungpinang, Wan Effi Yulisna, mengatakan, saat ini, seorang bayi dalam kandungan pun bisa didaftarkan sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dijelaskannya, bayi sejak dalam kandungan dapat didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS sejak terdeteksi adanya denyut jantung atau minimal selama 14 hari sebelum melahirkan.  Hal tersebut dikatakannya saat menjadi narasumber Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam sosialisasi JKN-KIS kepada seluruh pegawai dan karyawan di lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Kepri, Senin (23/10) di Aula Kanwil Kemenag Kepri Tanjungpinang.

Seperti rilis dari Kemenag Kepri, Wan Effi memaparkan, tata cara pendaftaran bayi dalam kandungan dapat dilakukan, pertama, memilih kelas perawatan yang sama dengan peserta yang merupakan ibu bayi tersebut. Kedua, mencantumkan data sesuai identitas peserta yang merupakan ibu bayi tersebut. Ketiga, mengisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data nomor Kartu Keluarga (KK) orangtuanya, dan keempat mengisi data tanggal lahir sesuai dengan tanggal pada saat bayi dilahirkan.

“Pendaftaran bayi sebagai peserta JKN-KIS dapat dilakukan untuk bayi dari peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) ataupun anak keempat dan seterusnya dari Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha / Pegawai (PNS/TNI/Polri),” kata Wan Effi.

Selanjutnya pembayaran pertama dilakukan segera setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan jaminan pelayanan kesehatan untuk bayi tersebut berlaku sejak iuran pertama dibayar.

“Peserta wajib melalukan perubahan data bayi selambat-lambatnya tiga bulan setelah kelahiran. Dan untuk bayi yang baru lahir tahun 2016 dari ibu kandung yang berstatus sebagai peserta PBI APBN (Jamkesmas) dapat langsung didaftarkan sebagai peserta PBI APBN. Untuk pendaftaran bayi / anak ke-1 sampai dengan ke-3 dari peserta PPU Badan Usaha/ Pegawai, didaftarkan setelah bayi dilahirkan,” jelas Wan Effi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri, H. Marwin Jamal mengharapkan para pegawai dan karyawan di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri memiliki sistem jaminan sosial yang memadai. Untuk itu pihaknya berharap kegiatan tersebut diikuti dengan baik terutama untuk mengenali apa hak dan kewajiban peserta.

“Semua pegawai dan karyawan ter-cover dalam sistem jaminan sosial terutama untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Sehat memang bukan segala-galanya, namun percayalah tanpa kesehatan segala-galanya tidak memiliki arti lagi,” ucap Marwin Jamal. (is/r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed