by

Bijaklah dengan Uang Pesangon

Saat pandemi seperti sekarang, perekonomian mengalami penurunan yang tajam. Salah satu dampaknya adalah banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker), per 31 Juli 2020 sebanyak 2.146.667 pekerja asal Indonesia terkena PHK akibat kantornya tak lagi sanggup membayarnya.

Setiap pegawai yang di-PHK oleh suatu kantor, maka mereka wajib mendapatkan sebuah uang pesangon dari tempat kerjanya. Aturan itu diatur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca juga :  "Untuk Maju, Mindset SDM Harus Diubah "

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko mengatakan setiap orang harus bijak dalam mengelola uang pesangon yang mereka dapatkan. Tak dapat dipungkiri memang itu seperti ‘uang kaget’ karena tiba-tiba seseorang menerima uang yang jumlah berkali lipat dari gaji bulanan yang biasa diterima.

“Jadi nanti ketika di-phk harus mendata pengeluaran mana yang perlu dikurangi atau tidak,” kata Andoko, Minggu (6/9/2020).

Baca juga :  Selangkah Lagi Indonesia Menuju Piala Dunia

Setelah mendata beberapa kebutuhan pokok, lanjut dia, seseorang mungkin bisa menivestasikan sejumlah uang pesangon yang diterima dengan cara berinvestasi. Salah satunya dengan membeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

“Sekarang pemerintah lagi menerbitkan yang namanya ORI. Itu dilock 3 tahun. Dia bisa mendapatkan return besar. Kalau enggak salah suku bunganya 6,4%,” ujarnya.

Apabila masih ragu dengan berinvestasi di ORI, kata dia, mereka bisa memanfaatkan dengan menabungkan uangnya di deposito bank. Namun sayangnya kini suku bunga deposito sedang mengalami penurunan.

Baca juga :  Konsinyering Pedoman Pelaksanaan Pembayaran Akhir Tahun Anggaran 2019

“Bisa ditempatkan ke beberapa instrumen yang dia bisa memberikan passive income. Contohnya: deposito. Misalnya dia dapat (uang pesangon) Rp200 juta. Hanya sayangnya sekarang bunga deposito itu kecil hanya 5%,” ujarnya. *

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed