by

Bintan Akan Gelar Festival Lampu Cangkok

Bintan (netrakepri.com) – Guna melestarikan tradisi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Bintan, akan menyelenggarakan Festival Lampu Cangkok 2018. Kegiatan itu juga untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan 1439 H. Festival itu juga akan menghidupkan lampu pelita di sepanjang jalan di desa, khususnya di rumah ibadah masjid dan mushalla.

“Ada tradisi lokal saat Ramadhan yang harus dilestarikan. Ini menarik, indah, dan meningkatkan tali silahturahim antarwarga Bintan,” ucap Bupati Bintan, Apri Sujadi.

Apri mengatakan sudah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor; 430/DPMD/455 pada 17 Mei 2018 tentang Festival Lampu Cangkok Tahun 2018. Kegiatan itu dimulai pada 2 Juni 2018 bertepatan dengan hari ke-17 ramadhan.

Mulai 2 Juni 2018 hingga akhir Ramadhan, juri akan menilai dari tiga aspek yakni aspek bangunan, keamanan, serta estetika.

Ia optimistis Festival Lampu Cangkok menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

“Ini kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Ramadhan. Kami menyiapkan hadiah Rp37 juta untuk menarik perhatian peserta,” kata Apri, seperti dilansir antarakepri, (24/5/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Bintan, Ronny Kartika, menuturkan penilaian lampus cangkok meliputi aspek bangunan meliputi kekokohan bangunan, posisi letaknya yang tidak menggangu aktivitas pengguna jalan, serta ketinggian menara dengan minimal 3,5 meter.

Untuk aspek keamanan meliputi lebar konstruksi gerbang baik dari sisi kiri dan kanan jalan sekitar 5 meter, kebersihan di sekitar gerbang lampu serta ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Luki Zaiman Prawira, menuturkan dengan diselenggarakan Festival Lampu Cangkok ini, juga sebagai bentuk apresiasi masyarakat dalam menyambut hari kemenangan nanti.

“Festival yang melibatkan komponen masyarakat, seperti RT, RW, pemuda setempat agar dapat lebih mempererat tali silaturahim. Seusai ibadah shalat sunat tarawih mereka bisa menuangkan kreasinya dalam bentuk lampu cangkok.

“Ini juga sebagai bentuk daya tarik dunia pariwisata dengan membangkitkan nilai-nilai kultur budaya Islami yang melekat pada masyarakat Melayu kita,” pungkasnya. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed