by

BNI Permudah Transaksi Lindung Nilai dan Perkenalkan Aplikasi BNI Digihedge

PT Bank Negara Indonesia Persero (Tbk) Kantor Wilayah Padang terus berupaya memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin mengurangi risiko yang muncul atau yang mungkin akan timbul akibat gejolak pasar keuangan melalui transaksi lindung nilai (hedging).

Untuk memenuhi kebutuhan nasabah tersebut, BNI menawarkan ragam produk lindung nilai yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset, kewajiban maupun arus kas nasabah dari dampak negatif pergerakan pasar keuangan.

Head of Region BNI Wilayah Padang, Hidayat Syafwan, dalam keterangan persnya, Jumat (04/12/2020) menyampaikan transaksi lindung nilai (hedging) ini merupakan salah satu pilihan bijak yang dapat diambil oleh para pengusaha untuk melakukan mitigasi risiko terhadap gejolak nilai tukar mata uang dan suku bunga, mengingat sampai saat ini fluktuasi keduanya masih sangat tinggi.

Hidayat mengungkapkan, saat ini BNI sudah menghadirkan alat bantu yang dapat memudahkan nasabah untuk mengetahui profil risiko keuangannya melalui aplikasi BNI Digihedge yang dapat diakses melalui situs BNI di alamat www.bni.co.id.

Baca juga :  Sekolah Pramugari LPK Anre Cipta Persada Hadir di Batam

BNI Digihedge ini sekaligus dapat memberikan berbagai alternatif solusi kepada nasabah, mulai dari transaksi yang sederhana seperti forex Tom, Spot dan Forward sampai transaksi derivatif yang rumit seperti Interest Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS), Call Spread Option (CSO) dan jenis transaksi lainnya.

Disampaikannya, selain ketersediaan aplikasi BNI Digihedge yang dapat dimanfaatkan nasabah secara gratis tadi, BNI juga menawarkan kemudahan yang menarik untuk bertransaksi lindung nilai.

“Kalau sebelumnya nasabah yang akan melakukan transaksi lindung nilai harus memiliki fasilitas treasury line atau menyerahkan jaminan berupa marginal deposit yang diblokir dan diikat gadai sebesar 100 persen dari nilai transaksi.”

Baca juga :  Ayo Donasi Masker untuk melawan COVID-19 Bersama Hang Media

Saat ini, nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi, dimana FKK (Faktor Konversi Kredit) merupakan angka persentase yang menunjukkan besarnya risiko kredit yang timbul akibat transaksi forex atau derivatif untuk jangka waktu tertentu.

Selain itu, khusus bagi nasabah yang selama ini sudah rutin melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging) dengan BNI bisa mendapatkan keringanan besarnya marginal deposit yang harus diserahkan.

Dengan adanya kemudahan ini BNI yakin akan terus menjadi pilihan utama nasabah yang akan melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging).

“Sebagai pemain utama penyedia layanan transaksi lindung nilai di Indonesia, kami selalu berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah,”katanya.

Hal ini terbukti dengan penghargaan yang diterima BNI pada tahun 2020 dari Alpha Southeast Asia, majalah investasi institusional pertama dan satu-satunya yang berfokus pada Asia Tenggara, yaitu penghargaan sebagai “Best Corporate Treasury Sales & Structuring Team” dan “Best FX Bank for Structured Hedging Solutions & Proprietary Trading Ideas”.

Baca juga :  Nyeri Lutut Dapat Diatasi dengan Berbagai Langkah

Penghargaan ini tentunya melengkapi kepercayaan dari nasabah untuk bertransaksi dengan BNI, dimana volume transaksi forex dan lindung nilai BNI pada tahun 2019 secara nasional meningkat sebesar 5.77 persen dibanding dengan volume transaksi tahun 2018 dengan total nilai transaksi mencapai 38.72 miliar dollar AS.

Informasi lebih lanjut mengenai transaksi lindung nilai (hedging) serta produk-produk tresury lainnya dapat menghubungi Kantor Cabang BNI terdekat atau langsung menghubungi PIC Treasury Regional Area/TRA Pekanbaru dengan Ilhami, Rizki atau Aristo di (0761) 856134. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed