by

BNNP Kepri Asistensi Penguatan Wawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pemerintah dan Swasta

Batam (netrakepri.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNO) Kepri menyelenggarakan kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Hotel Pusat Informasi Haji Batam Centre yang berlangsung dua hari yang dibuka, Selasa (14/5/2019).

Ketua Panitia Pelaksana, Addlinsyah, SKM, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan asistensi ini adalah memberikan panduan secara teknis tentang relawan anti narkoba dalam upaya P4GN dan membangun sinergitas antara BNNP Kepri dengan para relawan anti narkoba.

Foto bersama para peserta. (istimewa)

Kegiatan dibuka oleh Plh Kepala BNNP Kepri, Drs. Ali Chozin. Apt, M.Si dilanjutkan dengan pengisian pre test dan pemaparan materi oleh Plh. Kepala BNNP Kepri mengenai “Narkoba & Permasalahannya”.

Dalam penyampaian materinya, dijelaskan, Indonesia darurat narkoba dan perlu upaya strategis di bidang Pencegahan. Dikatakannya, BNN menyadari setiap upaya P4GN tidak akan berhasil apabila tidak ada keterlibatan seluruh komponen masyarakat secara langsung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan relawan anti narkoba.

Lalu, pemateri kedua, Nurlis, SKM, M.Si, Kabid P2M BNNP Kepri, memaparkan, tentang Relawan Anti Narkoba. Disampaikan Nurlis, relawan diharapkan menjadi agen perubahan dan menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara dalam upaya P4GN. Dalam kesempatan itu, dia juga menjabarkan tentang pencegahan di lingkungan pendidikan, pekerja, masyarakat dan keluarga.,

Selanjutnya, pemateri ketiga, Melly Puspita Sari, S.Psi, M.Psi, Kabid Rehabilitasi BNNP Kepri, menjelaskan tentang pentingnya rehabilitasi sosial dan medis dalam upaya penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba.

Pemateri keempat, Bubung Pramiadi, SH, Kabid Pemberantasan BNNP Kepri, memaparkan tentang Aspek Hukum dalam bidang P4GN. Dia mengharapkan relawan dan BNN dapat bekerja sama utk mengungkap jaringan yang lebih besar lagi. Bubung juga menjelaskan mengenai sanksi pidana pengedar, bandar dan produsen. Juga dijelaskan banyaknya jaringan internasional yang masuk ke Indonesia, dan banyaknya jalur masuk yang tidak resmi.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta itu juga mendengarkan tausiyah Ramadhan yang disampaikan ustad Mariono., S.Ag. Hari pertama kegiatan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan menunaikan sholat maghrib berjamaah. Peserta merupakan relawan dari instansi pemerintah, swasta dan pendidikan. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed