by

BP Batam Bersama Pemprov, Pemko, dan Green Indonesia Musnahkan Limbah B3

Batam (netrakepri.com) – BP Batam bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam dan LSM peduli lingkungan Green Indonesia melakukan pemusnahan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang dilakukan di wilayah Nongsa pada, Kamis (25/10).

Limbah beracun yang dimusnahkan itu merupakan limbah B3 yang ditemukan oleh anggota Ditpam BP Batam saat melakukan operasi penyisiran di wilayah perairan sekitar nongsa.

“Ini merupakan bentuk kepedulian BP Batam dalam menjaga Batam dari bahan-bahan berbahaya. Kami selaku pengelola kawasan Batam berharap Batam tetap hijau dan menarik para investor untuk berinvestasi. Dengan datangnya investasi, otomatis kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ucap Suherman, Direktur Direktorat Pengamanan BP Batam.

Sebelumnya, BP Batam juga sudah memusnahkan sekitar 100 drum limbah B3 dan untuk kali ini sisa 176 drum yang akan dimusnahkan dan limbah tersebut rencananya akan dibawa ke KPLI (Kawasan Pengolahan Limbah Industri) Kabil, sehingga total limbah B3 yang ditemukan dan dikumpulan oleh BP Batam berjumlah 276 drum.

Limbah B3 tersebut merupakan oil sludge yang merupakan limbah hasil pengolahan, penyaluran dan penampungan minyak bumi yang mengandung bahan-bahan logam berat yang berasal dari refinery minyak, ataupun sisa pembuangan dari kapal.

Kegiatan ini berkaitan dengan Hari Bakti ke-47 BP Batam yang jatuh pada 26 Oktober dan selain itu BP Batam juga bekerja sama dengan perusahaan Besa Armada Bertiga sebagai transporter limbah B3 tersebut.

Sementara itu, Iyus Rusmana, Kabid Pengelolaan Limbah BP Batam dan juga koordinator kegiatan tersebut, mengatakan limbah itu sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia.

“Krena itu, wajib dmusnahkan demi menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan,” pungkasnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed