by

“Dari Masjid Raya Sumbar Diharapkan Muncul Ide-Ide Cemerlang untuk Pembangunan Sumbar”

Padang (netrakepri.com) – Keberadaan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) akan dijadikan sebagai pusat pengembangan keagamaan di Sumbar.

“Dan sejak habis Lebaran lalu, kegiatan-kegiatan yang mengarah ke situ sudah mulai dilakukan. Program-program yang berkaitan dengan hal itu sudah dicanangkan.” Demikian dikatakan H. Yulius Said, Ketua Harian Masjid Raya Sumbar saat berbincang dengan Pimpinan Perusahaan netrakepri.com, Iswandi, baru-baru ini.

Yulius mengungkapkan, selama ini banyak yang mengatakan jika Masjid Raya Sumbar ini merupakan salah satu ikon di bumi Ranah Minang.

“Anggapan tersebut berkembang di tengah masyarakat, baik di Sumbar maupun di tanah rantau. Itu benar. Namun, sesungguhnya, program pengembangan keagamaan yang menjadi program utama disini,” ucap H. Yulius yang juga ketua Forum Kerukunan umat Beragama (FKUB) Sumbar ini.

Dikatakannya, dengan dijadikannya Masjid Raya Sumbar ini sebagai ikon, diharapkan dari sini muncul ide-ide cemerlang yang berguna untuk pembangunan Sumbar.

“Itulah harapan utama. Dijadikannya Masjid Raya sebagai ikon Sumbar, akan membuat orang akan banyak datang berkunjung kemari. Dan ini sudah terbukti. Setiap yang datang ke Padang, banyak dari mereka yang menyempatkan berkunjung kemari. Shalat dan beribadah lainnya,” papar Yulius.

Selain itu, keberadaan Masjid Raya Sumbar, paparnya lagi, juga untuk mengeluarkan aturan-aturan yang terkait hal-hal kemasyarakatan, misal, prilaku, tata cara berpakaian, pergaulan, dan lainnya.

“Soalnya, ini bumi Ranah Minang yang terkenal dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung tentang sejarah berdirinya masjid terbesar di Sumbar itu.

“Semuanya bermula saat pertemuan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada 2006 lalu,” tuturnya bercerita.

Saat itu, ucap H. Yulius, tercetus pendirian masjid besar di Sumbar.

“Kala itu Gubernur Sumbar, Pak Gamawan Fawzi langsung menyetujui dan pada 2008, pembangunan masjid ini dimulai,” terangnya mengungkapkan.

“Dan pada 2018, masjid ini, sudah difungsikan. Dan kini, Masjid Raya Sumbar ini menjadi satu dari lima masjid terunik di Dunia,” tutupnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed