by

Daya Saing UMK Meningkat dengan Adanya Sertifikat Halal

  • Kemenag Kepri Gelar Bimtek Fasilitas Bantuan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Provinsi Kepri tahun 2020

“Sertifikat halal yang dimiliki oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil [UMK] akan memberi dampak positif terhadap produk yang dipasarkan. Daya saing produk akan meningkat. Kenapa? Para konsumen tidak ragu saat membeli apalagi ketika mengonsumsinya. Untuk itu, segera urus sertifikat halal untuk produk yang di produksi.” Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Kepri, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I, saat memberi sambutan pada Bimtek Fasilitas Bantuan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Provinsi Kepri tahun 2020 yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Kepri di Pusat Informasi (PIH) Batam Centre, Selasa (3/11/2020).

Dia menjelaskan, sertifikat halal merupakan amanah dari Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Baca juga :  Indonesia Bisa Dapat 11 Juta Turis Dunia dari Singapura

“Sertifikat halal ini akan menjamin pengusaha dan produk yang dihasilkan, apalagi konsumen yang mengonsumsi produk yang ditawarkan. Agar produk bisa bersaing, sertifikat halal menjadi instrumen utamanya,” paparnya lagi.

Mahbub mengungkapkan, pelaku UKM di Kepri harus bisa menangkap peluang geografis Kepri yang dekat dengan sejumlah negara di Asean.

“Sertifikat halal menjadi syarat utama untuk bisa menembus pasar global. Pemerintah akan mencoba menjembatani pemasaran di luar negeri. Mari tangkap peluang yang besar ini. Syaratnya, miliki segera sertifikat halal,” tuturnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Mahbub juga mencanangkan untuk membuat galeri bagi produk halal di Batam dan Kepri.

“Kita akan programkan ini. Semoga dengan adanya program tersertifikasi ini, bisa mengangkat produk UMK di Kepri ke level internasional,” pungkasnya menambahkan.

Baca juga :  Kepengurusan Kadin Kepri periode 2020-2025 Dikukuhkan

Dalam acara ini hadir sejumlah narasumber, antara lain, Hj. Siti Aminah, M.Pd.I dari Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI; Drs. H. Edi Batara, Kabid Bimas Islam Kemenag Kepri; H. Khairuddin Nasution, SE, Direktur LP-POM MUI; dan Titik Hindon, Satgas Halal Kepri.

Menyikapi rencana membuat galeri produk halal di Batam, Kepala Kantor Kemenag Batam, H. Zulkarnain Umar, mengatakan hal itu merupakan langkah positif untuk menaikan branding produk UMK yang memiliki sertifikat halal.

“Kita selesaikan dulu sertifikasi ini. Kita sangat dukung rencana tersebut,” ucap Zulkarnain Umar.

Terkait produk UMK bisa menembus pasar global, Kakan Kemenag Batam ini mengatakan, yang paling penting dilengkapi adalah sertifikat halal, lalu kemasan produk, dan terus menerus membranding produk.

Baca juga :  Raih Peluang Usaha di Tengah Pandemi

Sementara itu, Titik Hindon, Satgas Halal Kepri menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan itu merupakan program keempat di Kepri.

“Yang pertama dilakukan di Bintan plus Tanjungpinang dengan peserta 100 pelaku UMK. Lalu di Karimun 22 pelaku UMK, kemudian di Lingga 13 pelaku UMK, dan terakhir di Batam 65 peserta pada tahun 2020 ini dengan total sepuruhnya sebanyak 200 pelaku UMK,” terang Titik Hindon.

Dia menjelaskan, fasilitasi yang diberikan pada pelaku UMK adalah audit lapangan dan surat ketetapan fatwa.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan penjelasan soal proses mendapatkan sertifikat, pengisian formulir, dan lainnya. Para peserta juga berkesempatan untuk melakukan dialog dengan para narasumber. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed