by

Disbudpar Gesa Pemulihan Sektor Pariwisata

Batam (netrakepri.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menyambut baik rencana pelonggaran pada 15 Juni mendatang. Ia berharap, dengan rencana itu, semua sektor pariwisata kembali pulih.

“Kita segera mengumpulkan asosiasi dan pengusaha bidang pariwisata terkait rencana Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melonggarkan semua aktivitas di Batam,” kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Rabu (27/5/2020).

Ardi mengaku, sektor pariwisata seperti hotel, resort, restoran, tempat hiburan, destinasi wisata dan sebagainya akan kembali dibuka. Hal ini sebagai upaya menggesa agar sektor pariwisata kembali pulih, namu semua harus memenuhi syarat protokol kesehatan.

Baca juga :  Mulai 1 Maret, Konsumen Bayar Kantong Plastik Minimal Rp 200

“Kita sama-sama berjuang agar sektor pariwisata ini kembali bangkit,” ujar Ardi.

Ia mengaku, sektor pariwisata ini merupakan sektor utama yang terdampak akibat wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tak hanya pengusaha saja yang terdampak, bahkan hingga para pekerja pariwisata.

“Sudah banyak yang mengeluh, banyak pekerja juga terdampak,” kata dia.

Ia berharap, dengan mulai beroperasi kembali sektor pariwisata ini, juga diiringi kembali bangkitnya perekonomian Kota Batam. Hal itu, kata dia, merupakan tekad Wali Kota Batam yang tak ingin kondisi terpuruk ini terus berlanjut.

Baca juga :  Manjakan Pelanggan, Sriwijaya Air Hadirkan Beragam Promo

“Sektor pariwisata harus bangkit lagi. Apalagi negara tetangga; Singapura dan Malaysia di awal Juni sudah melakukan pelonggaran,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan dibukanya negara tetangga, maka dunia pariwisata Batam kembali bergairah dan kembali normal. “Kita sudah minta kesanggupan semua asosiasi dan pengusaha pariwisata terkait hal ini. Semua harus sanggup menjalankan protokol kesehatan saat dibuka nanti,” katanya.

Baca juga :  Kumpulkan Uang Receh? Ini Untungnya

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, ingin semua sektor di Batam kembali normal. Namun, dalam menjalankan semua aktivitas itu nanti, dengan tatanan hidup kenormalan baru atau akrab disebut New Normal.

“Kita buka semua aktivitas di kota ini, tapi dengan tetap pakai masker, jaga jarak dan disiplin mencucing tangan. Itu kehidupan normal baru kita,” pesan Rudi. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed