by

“Hargai Bahasa Indonesia”

Tanjungpinang (netrakepri.com) – Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, mengingatkan semua pihak agar lebih menghargai Bahasa Indonesia dengan cara menggunakannya dalam pergaulan sehari-hari.

Menurut Nurdin, selama ini banyak masyarakat yang lebih mengedepankan kosa kata bahasa asing dibandingkan Bahasa Indonesia, seperti yang terdapat papan peringatan atau petunjuk di tempat-tempat umum, instansi pemerintah, maupun penyelenggara pendidikan.

“Misalnya menggunakan kata open atau closed. Kenapa tidak digunakan kata buka atau tutup saja. Dengan begitu kita lebih menghargai dan mencintai Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, yang telah diikrarkan oleh pemuda 90 tahun lalu,” kata Nurdin di sela peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Minggu (28/10).

Nurdin mengungkapkan, penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya di Tanjungpinang, harus dikedepankan, karena merupakan daerah asal-muasal lahirnya Bahasa Indonesia.

“Kita semua tahu kalau Bahasa Indonesia itu berasal dari sini, Pulau Penyengat. Kita harus bangga dan memakainya sebagai alat komunikasi sehari-hari,” terangnya, seperti dilansir antarakepri.com, Senin (29/10).

Nurdin turut mengimbau seluruh elemen, mulai dari instansi pemerintah, pihak swasta maupun penyelenggara pendidikan supaya tidak lagi memasang papan peringatan atau petunjuk dengan menggunakan bahasa asing.

“Gunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita mulai mencintai bangsa dari hal-hal kecil seperti itu,” pungkasnya. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed