Baca juga :  Lukita Akan Pelajari Keluhan Stakeholder

Menurut Sandi, jika kebutuhannya untuk taksi online, maka pihak leasing akan sulit memberi persetujuan.

“Ketika buat taksi online, otomatis kan nggak akan bisa nih. Karena kalau income Rp 4 juta, minimal dia harus cari yang cicilan (mobil bekas yang) Rp 1,5 juta atau maksimal Rp 2 juta per bulan. Itu nggak bakal nutupi,” jelas Sandi.

Tapi hal ini bukan berarti membuat karyawan yang bergaji Rp 4 juta per bulan jadi lebih mudah mengambil kredit mobil bekas. Meski sales bisa melakukan sedikit trik dalam mengkalkulasi cicilan bulanan dengan gaji sebesar Rp 4 juta, pihak leasing akan tetap selektif memberi persetujuan.

Baca juga :  Ada Paket "Mamat" di Fame Hotel Batam

“Ya namanya sales, bisa aja dihitungin. Cuma tingkat approvalnya (di leasing) kan gitu. Nanti tinggal leasing lihat nih, kalau misalkan harga Rp 150 juta DP Rp 10 juta, kebentuk cicilannya, kalau 5 tahun kan sekitar Rp 3,5 jutaan. Sedangkan gaji dia Rp 4 juta,” katanya lagi.

“Leasing cuma melihat, pertama bisa dimakan menjadi PO (Proses Order) nggak. Dia lihat, misal rumahnya sudah milik sendiri. Rumah sudah lunas, nggak nyicil lagi. Kedua, dia ada penjamin, misal orangtuanya masih produktif. Masih kerja dan punya rumah sendiri. Atau si calon kredit punya usaha sampingan sendiri. Itu bisa. Nanti leasing lihat, oke gaji Rp 4 juta tapi dia ada sampingan. Atau gaji Rp 4 juta dia bisa double income sama istri atau sama orang tuanya. Kayak gitu. Ternyata ia sebulan bisa Rp 8 sampai Rp 9 juta,” pungkas Sandi.*

Baca juga :  HULK Batam Hadirkan Paket Luar Hotel

(sumber: detik.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed