by

Ini Golongan yang Dibolehkan tidak Berpuasa saat Ramadhan

Berpuasa saat Ramadan termasuk dalam rukun Islam yang wajib dijalankan seorang Muslim. Namun, beberapa kelompok orang yang boleh tidak berpuasa saat Ramadan.

Allah SWT memberikan keringanan kepada beberapa orang yang boleh tidak berpuasa Ramadan. Namun, orang-orang ini harus menggantinya di hari lain saat sudah tidak memiliki halangan atau membayar fidiah.

Membayar fidiah dilakukan dengan mengganti satu hari puasa dengan memberi makan satu orang miskin.

“Orang harus mengganti atau mengqadha puasa sampai akhir bulan Sya’ban,” kata Ustaz Hilman Fauzi.

Ketentuan orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadan ini terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 185.

“… Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur,” terjemahan surat Al-Baqarah ayat 185.

Berikut orang-orang yang boleh tidak berpuasa saat Ramadan.

Pertama, Orang yang sakit
Orang yang sakit sehingga tidak mampu berpuasa atau jika berpuasa justru memberatkan penyakitnya, boleh tidak berpuasa di bulan Ramadan. Orang yang sakit wajib mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain saat sudah sembuh.

Orang yang sakit parah dan bisa mengganti puasa yang ditinggalkan dengan membayar fidiah. Membayar fidiah juga bisa dilakukan oleh pihak keluarga.

Kedua, Lanjut Usia
Ustaz Hilman menjelaskan orang lanjut usia yang juga sudah tidak mampu berpuasa juga diberi keringanan oleh Allah. Kelompok ini boleh membayar fidiah yang juga bisa dilakukan oleh pihak keluarga.

“Orang lanjut usia, pikun, atau kondisi tubuhnya tidak memungkin, boleh tidak berpuasa,” tutur Ustaz Hilman.

Ketiga, Musafir atau orang dalam perjalanan
Orang yang dalam perjalanan atau sedang menempuh jarak yang jauh diberi keringanan boleh tidak berpuasa.

“Tetap memaksakan untuk berpuasa juga boleh, tapi mereka juga diberikan keringanan,” ucap Ustaz Hilman.

Orang yang dalam perjalanan wajib mengganti puasanya di hari lain.

Keempat, ibu hamil dan menyusui
Ibu hamil dan menyusui juga boleh tidak berpuasa mengingat nutrisi penting untuk diri dan juga bayi mereka.

Ibu hamil dan menyusui boleh mengganti puasa mereka di hari lain.*

(sumber: cnnindonesia.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed