by

Investasi Dikawal Melalui OSS

Batam (netrakepri.com) – Sekitar 1.200-an investasi baru akan dikawal melalui program Online Single Submission (OSS).

“Pengawalan dilakukan oleh Satgas (Satuan Tugas) sejak investor mendapatkan komitmen untuk berinvestasi,” kata staf khusus Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Edi Putra Irawadi.

Edi mengatakan pengawalan dilakukan melalui tiga pola. Pertama pengawalan prima yaitu pengawalan terhadap penyelesaian perizinan untuk investasi bernilai Rp5 triliun. Pengawalan, lanjut Edi, dilakukan langsung oleh Satgas Kementerian dan Lembaga “leading sector” dengan supervisi Satgas Nasional.

“Kedua pengawalan utama, yaitu melakukan pengawalan terhadap penyelesaian perizinan dengan nilai investasi Rp1,5 triliun sampai dengan Rp5 triliun,” ujar Edi seperti dilansir antarakepri.com, Rabu (2/5/2018).

Pengawalan utama, kata Edi, dilakukan Satgas Provinsi terkait dengan supervisi Satgas Kementerian/Lembaga leading sector.

Terakhir adalah pengawalan standar yaitu pengawalan dilakukan terhadap penyelesaian perizinan dengan nilai di bawah Rp1 triliun.

Pengawalan, tambah Edi, dilakukan Satgas Kabupaten/Kota dengan supervisi Satgas Provinsi.

“Dari 514 daerah saat ini yang belum ada Satgasnya tingga 119 saja,” kata Edi.

Menurutnya, tujuan dibentuknya Satgas adalah untuk mengidentifikasi seluruh perizinan kegiatan sektor dan mengawal serta menyelesaikan hambatan perizinan. Kemudian, paparnya lagi, Satgas dibentuk agar penerapan komitmen penyelesaian atau pemenuhan standar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), FTZ, kawasan industri dan KSPN yang telah beroperasi.

Serta penerapan data sharing untuk perizinan. “Itu pada tahap pertama, tahap keduanya yaitu refoasi regulasi dari pemerintah pusat ke daerah yaitu perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau OSS,” pungkas Edi.

Sementara itu, seperti dilansir media online di Batam, Rabu (2/5/2018), Kota Batam sebagai Pilot Project Online Single Submission (OSS) sudah siap untuk menjalankan proses perizinan dan terintegrasi ke semua kementerian dan lembaga.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan sudah melakukan persiapan sejak Desember 2017 lalu.

“Batam menjadi satu dari tiga daerah yang mengapilkasikan OSS, semua sudah siap, dan Sumber Daya Manusia (SDM) juga sejak Desember lalu, dan kami minta Batam untuk menjadi Pilot Project,” ujar Lukita usai menghadiri Bisnis Forum yang dilaksanakan Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan BP Batam di Nagoya Hill Hotel, Rabu (2/5/2018).

Sebelum nantinya akan diresmikan oleh Presiden RI pada 20 Mei mendatang, pihaknya sudah siap, hanya saja tinggal mengintegrasikan proses perizinan di Pemerintah Kota Batam.

“Masing-masing tinggal diintegrasikan, misalnya perizinan lingkungan, izin pembangunan, itu kan ada di Pemko, kita bicara I23J, lalu yang berkaitan izin usaha perdagangan itu kami sudah siap,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar menyambut baik adanya OSS dan berharap dapat segera diaplikasikan.

“Jadi pada 20 Mei ini akan diresmikan,” ujar Sanny.

Ia juga berharap OSS ini sudah dipersiapkan baik secara infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kesiapan infrastruktur juga sangat penting, dan juga harus ada reformasi Undang-undang, kemungkinan akan ada regulasi baru ataupun revisi UU,” jelasnya. (ant/r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed