by

Jangan Tunda Lagi Liburanmu, Ini Tips Aman Travelling di Masa Pandemi!

Pandemi memang menjadi pukulan berat bagi semua orang tanpa terkecuali. Termasuk pada sektor yang sebelumnya menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk Indonesia, yaitu Pariwisata.

Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor bisnis yang paling terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, kebijakan pembatasan perjalanan dan karantina, menyebabkan banyak turis lokal dan mancanegara tidak dapat berlibur.

Sejak Februari 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis, berdampak pada pendapatan negara di sektor pariwisata dan juga pada hidup para pekerja di bidang ini.

Bahkan, menurut situs Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sekitar 12,91 juta orang di sektor pariwisata mengalami pengurangan jam kerja, dan 939 ribu orang di sektor pariwisata sementara tidak bekerja.

Namun, dengan menurunkan kasus Covid-19 yang berlanjut ke pelonggaran PPKM di Indonesia, tentunya menjadi angin segar untuk masyarakat kembali berlibur, sekaligus menjadi kabar gembira bagi industri pariwisata. Meskipun demikian, penting untuk mengetahui tips berlibur aman dan nyaman di masa pandemi ini. Bagaimana liburan aman menurut para ahli?

Baca juga :  April 2018, Citilink Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara
(istimewa)

Menurut laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat dan beberapa rekomendasi ahli lainnya, berikut adalah tips aman berlibur di saat pandemi:

  1. Memeriksa situasi Covid-19 di negara atau kota tujuan wisata
  2. Pastikan Anda sudah mendapatkan vaksin lengkap
  3. Tidak berpergian dalam kondisi sakit karena lebih mudah untuk tertular dan menularkan penyakit
  4. Menerapkan protokol kesehatan pribadi
  5. Menggunakan masker dengan baik dan benar, terutama di tempat umum
  6. Ikuti rekomendasi dan persyaratan berpergian yang berlaku
  7. Lakukan aktivitas yang aman dan hindari keramaian sebisa mungkin
  8. Jalani karantina mandiri dan lakukan tes 3-5 hari setelah traveling
    9.Hindari orang yang memiliki resiko tinggi menularkan atau terturan Covid-19 selama karantina mandiri
  9. Pantau gejala Covid-19 saat dan setelah berlibur dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan gejala
Baca juga :  BNNP Kepri Ikuti Rakor Penanggulangan Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perbatasan Kepri

Perlu diingat juga bahwa penting untuk memilih akomodasi atau hotel yang bersertifikat CHSE selama berlibur.

Sertifikat CHSE adalah sertifikat yang diberikan oleh pemerintah pada hotel di Indonesia yang sudah memenuhi standar CHSE, yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Menurut Yossie Christy, Cluster Marcomm Manager dari Kokoon Hotel Banyuwangi, selain menjalankan prokes sesuai standar CHSE, karyawan juga diwajibkan untuk melakukan vaksinasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi karyawan frontliner yang melakukan kontak langsung dengan tamu.

Baca juga :  Mangata Fair, Diskon Besar bersama Empat Wedding Vendor Batam

Yossie menilai bahwa menerapkan protokol kesehatan tidak hanya melindungi tamu, tetapi juga pekerja hotel sendiri. Ia juga menjelaskan bahwa dengan adanya sertifikat CHSE, kepercayaan tamu terhadap hotel menjadi lebih baik.

Pihak hotel juga sangat terbuka dengan kritik dan saran tamu mengenai penerapan prokes di area hotel. Tidak hanya tamu menginap, pengunjung restaurant juga dimintai kirtik dan saran untuk kebaikan bersama. Di akhir tahun, hotel tertinggi di Banyuwangi ini berharap dapat melayani tamu lokal dan luar kota dengan lebih baik.

“Dengan membaiknya pariwisata, jangan sampai membuat kita lengah dengan prokes. Berlibur di saat pandemi itu aman apabila dilakukan dengan penuh tanggung jawab”, ungkap Yossie. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed