by

Januari 2021, Sekolah di Hinterland Batam Lakukan Belajar Tatap Muka

Jika tidak ada kendala, mulai 4 Januari 2021, sekolah dengan sistem belajar tatap untuk tingkat TK hingga SMP dimulai di daerah hinterland Kota Batam.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, kebijakan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi tersebut sudah mendapat persetujuan dari 100 kepala sekolah yang ada di hinterland beserta guru di masing-masing sekolah.

“Kita berharap, keputusan tersebut mampu menjawab kerinduan para siswa untuk belajar di kelas,” ucap Amsakar usai melakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan guru daerah hinterland di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (23/12/2020).

Baca juga :  Bunga Acuan BI Diramal Tetap 6%

Disampaikan Amsakar, ada syarat protokol kesehatan yang wajib dijalankan. Pihaknya tidak ingin sekolah justru jadi klaster baru penyebaran Covid-19 nantinya. Syarat-syarat tersebut adalah: sekolah harus menyediakan sarana sanitasi bersih, memiliki tempat cuci tangan atau hand sanitizer, pihak sekolah mampu mengakses layanan kesehatan.

Wajib memakai masker, punya alat pengecek suhu badan, memiliki data riwayat kesehatan siswa dan guru serta mendapat persetujuan dari komite atau orang tua.

Baca juga :  Kapasitas Pelabuhan Pelantar II Ditargetkan Meningkat

“Dari semua syarat ini, pihak sekolah sudah siap, tinggal menunggu surat pernyataan dari orang tua,” ucap Amsakar seperti dilansir media di Batam.

Dijelaskan Amsakar, surat pernyataan tersebut sifatnya wajib. Bagi orang tua yang keberatan untuk menjalankan sekolah tatap muka masih diperbolehkan menjalankan proses belajar secara daring atau belajar dari rumah.

Baca juga :  Montigo Resorts Undang Tamu Berpartisipasi dalam Earth Hour

“Kalau sudah siap semua, 4 Januari kita mulai belajar di kelas untuk Kecamatan Belakang Padang, Bulang dan Galang. Kemudian ada dua pulau yakni Seraya di Sekupang dan Ngenang di Nongsa yang juga dibuka,” tuturnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed