by

Kadisbudpar Batam Kenalkan Museum Batam Raja Ali Haji Pada Pemandu Wisata

Batam (netrakepri.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menggelar pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya, Rabu (6/10). Pelatihan yang dilaksanakan di hotel Travelodge, Sei Jodoh Batam ini dibuka Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata. Dalam kesempatan itu, Ardi mengenalkan destinasi wisata baru, Museum Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Center.

“Kita sekarang sudah punya museum bernama Museum Batam Raja Ali Haji. Museum kita sejajar dengan kota lain yang sudah lebih dulu punya museum,” katanya, kepada 40 orang peserta pelatihan.

Baca juga :  Nongsa Point Marina & Resort akan Gelar “The 80’s New Year Eve Party”

Ardi menyampaikan, museum tersebut sudah terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia. Isi dari museum ini menampilkan sejarah peradaban Batam, mulai dari Batam sejak masa Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temanggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khasanah Melayu, dan infrastruktur atau Batam sekarang.

Baca juga :  BIP Kembali Gelar Annual Games XXIV 2018

”Saat ini kita sedang mengisi konten museum. Rencananya, selain berwisata sejarah, wisatawan nantinya juga akan dihibur dengan suguhan atraksi budaya yang menarik,” jelas Ardi.

Museum Batam Raja Ali Haji ini merupakan museum universal, lanjut Ardi. Mantan Kabag. Humas inipun mendorong munculnya pihak-pihak yang akan membuat museum tematik di Batam.

“Teman-teman kita yang ingin membuat museum tematik akan kita aksestensi dan Kemendikbud mendorong adanya museum tematik di Kota Batam,” terangnya.

Baca juga :  Panbil Group Berikan Penawaran Menarik selama Ramadhan

Kepala Bidang Sarana Objek Wisata Disbudpar, Sri Miranthy Adisthy menyampaikan, peserta pelatihan adalah merupakan anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Batam, Pemandu wisata sejarah Batam dan Mahasiswa. Pelatihan yang digelar selama 3 hari ini akan ditutup dengan melakukan praktek lapangan (outbound) pada Kamis mendatang.

“Selain diberikan bekal materi, seluruh peserta juga akan kita ajak ke destinasi wisata sejarah museum Batam Raja Ali Haji dan destinasi wisata berbasis masyarakat Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu Nongsa,” sebutnya. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed