by

Karimun Didorong Jadi Pusat Logistik Berikat

Karimun (netrakepri.com) – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mendorong Kabupaten Karimun menjadi pusat logistik berikat sebagai sebuah kebijakan impor memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

“Apakah pusat logistik berikat atau kawasan logistik (berikat). Kita cari jalan keluarnya. Dan saya akan menghadap Kakanwil Bea Cukai Kepri. Intinya, ada kebijakan khusus soal impor barang di Karimun,” kata Nurdin, Minggu (20/1).

Nurdin Basirun mengatakan, persoalan kebutuhan pokok di Karimun mendapat perhatian khusus dari Menteri Keuangan dalam kunjungan kerja ke Batam pekan lalu.

Baca juga :  Pembenahan Jalan di Batam Selesai 2023

Dia menceritakan, Menkeu secara spontan menyebutkan persoalan sembako di Karimun, sementara permohonan dibukanya keran impor untuk daerah perbatasan tersebut tidak disetujui karena khawatir merembes ke daerah lain.

“Menkeu menyebutkan di Karimun itu tidak ada apa-apa, masyarakat perlu kebutuhan pokok. Kalau selalu ditangkap (penyelundupan), masyarakat bisa marah,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, Menkeu mengisyaratkan akan menyiapkan aturan khusus terkait impor kebutuhan pokok untuk masyarakat Karimun.

Baca juga :  Liverpool Gebuk City 3-0

“Dalam rapat, pemerintah pusat sebenarnya sudah memikirkan hal ini. Tinggal bagaimana mencari formula yang tepat,” kata Nurdin sepert dilansir antarakepri.com, Senin (21/1).

Menurut dia, pemerintah bisa mendata kebutuhan pokok yang dibutuhkan dan berapa kuota impor barang yang dibutuhkan sehingga tidak melimpah ke daerah lain.

Dia berharap status pusat logistik berikat disetujui sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok yang cukup dan relatif lebih murah.

Baca juga :  "Hati-hati 'Tersesat' di Kantor Agribisnis BP Batam"

Dia mengatakan selama ini kebutuhan pokok masyarakat di Karimun berasal dari Pulau Jawa, namun harganya relatif mahal karena jauhnya rantai distribusi, dan pengangkutannya sangat bergantung terhadap cuaca di laut.

“Saya juga sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan ini ke pusat. Apa guna gaji naik kalau harga-harga masih mahal,” ujarnya.(ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed