by

Kebijakan Stay at Home Harus Jadi Kesadaran Publik

Tidak sedikit yang mulai merasa jenuh dengan anjuran tetap di rumah selama pandemi corona untuk memutus rantai penyebaran virus. Adanya kebijakan-kebijakan karantina kesehatan seakan merampas kebiasaan normal masyarakat.

Sosiolog dan pengamat kebijakan publik, Yusdi Usman, mengatakan kebijakan stay at home dan social distancing ini harus menjadi kesadaran publik. Karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya peningkatan literasi publik secara lebih kuat tentang bahaya Covid-19.

“Kesadaran biasanya lahir dari adanya literasi yang cukup tentang sesuatu, dalam hal ini bahaya Covid-19,” ujar kandidat doktor sosiologi UI ini.

Baca juga :  BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke AS

Kedua, dari sisi masyarakat pola relasional di dalam keluarga sangat menentukan bagaimana setiap keluarga bisa melewati masa sulit ini. Interaksi yang bagus dan menyenangkan dalam keluarga menjadi penentu semua anggota keluarga bisa melewati hari yang berat ini secara menyenangkan. Dengan demikian rasa jenuh itu bisa dihilangkan.

Bagi masyarakat di kota besar, memang tidak mudah dipaksa tinggal di rumah. Ini mengingat mobilitas sosial mereka sangat tinggi baik terkait dengan pekerjaan, relasi sosial, dan sebagainya.

Baca juga :  HM Rudi Walikota Terbaik 2019

Supaya tetap positif secara sosiologis, masyarakat perlu sadar bahwa semua individu dalam masyarakat mempunyai ikatan saling ketergantungan satu sama lain. “Ketergantungan ini membuat kita tidak bisa hidup sendiri,” ungkapnya.

Dalam menghadapi pandemi corona harus disadari bahwa ini adalah tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh masyarakat dan pemerintah. Karena itu, kita harus tetap berpikir positif masyarakat Indonesia akan bisa melewati semua tantangan pandemi corona cepat atau lambat.

Baca juga :  Kemenag Batam Gelar Pembinaan Honorer, Teken Fakta Integritas dan Lembar Komitmen

Selain itu, masyarakat juga harus membangun kepercayaan kepada pemerintah.
“Yakinlah bahwa pemerintah kita akan bisa menangani semua ini meskipun cenderung terlambat, sehingga kita semua akan terbebas dari corona,” ungkap Yusdi. *

(sumber: republika.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed