by

Kepala BP Batam Bertemu 2 Menteri Singapura: Jalur Dibuka, Ekonomi Berdaya

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, bertemu dan bertatap muka dengan dua Menteri Singapura, pada Jum’at (1/4/2022).

Pertemuan pertama, ia berkunjung ke kantor Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Dr. Tan See Long, pada Jumat pagi waktu Singapura (1/4/2022).

Keakraban terasa dalam suasana penuh kehangatan. Hal ini menandakan optimisme baru menyongsong jalinan bisnis yang siap kembali dirangkai, berbarengan dengan dibukanya jalur Singapura – Batam.

Kepala BP Batam, HM Rudi (kiri) bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Dr. Tan See Long. (istimewa)

Lawatan Muhammad Rudi, dilakukan bertepatan dengan Reopening of Land Borders atau pembukaan perdana kembali perbatasan wilayah Singapura dan Batam Indonesia yang dimulai 1 April 2022.

Diketahui, mulai 1 April 2022, semua wisatawan yang sudah divaksinasi lengkap dapat menikmati perjalanan bebas karantina ke Singapura dengan cukup melakukan tes antigen saja sebelum keberangkatan.

Kepala BP Batam, HM Rudi (kanan) saat pertemuan dengan Mr. Tan See Leng. (istimewa)

“Langkah Singapura untuk membuka kembali pintu wisatawan (melalui jalur Vaccinated Travel Framework) akan memberikan dorongan dalam membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi Batam pasca pandemi covid-19,” kata Muhammad Rudi.

Baca juga :  Lawan Malaysia, Indonesia Bersiap Adu Penalti

Kebijakan ini, menurutnya sekaligus menjadi nyawa baru dalam hubungan bisnis kedua wilayah yang sempet terkendala selama masa pandemi melanda.

Dalam pertemuan ini, ada beberapa poin utama yang menjadi perhatian Menteri Dr. Tan See Long.

Kepala BP Batam, HM Rudi (kanan) dengan Menteri Kedua Luar Negeri Singapura, Dr. Mohammad Maliki Bin Osman. (istimewa)

Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Perindustrian Singapura ini, menyoroti langkah BP Batam yang terus berinovasi, seperti, menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang; progress pembangunan yang dilakukan secara masif dan; capaian positif ekonomi Batam selama pandemi.

“Kami menyampaikan apresiasi atas apa yang tengah disiapkan Batam selama pandemi berlangsung. Dalam KEK Kesehatan, kami tentu berharap dapat mengambil peran. Kami akan coba merekomendasikan Rumah Sakit yang sesuai, untuk bisa berkolaborasi dengan Batam,” ungkap Menteri Dr. Tan.

Lebih lanjut, Menteri Dr. Tan juga menyampaikan pujian atas capaian ekonomi Batam.

Di saat pandemi, perekonomian Batam justru meroket pada 2021, bahkan mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional dan Kepri.

Baca juga :  Wakil Dubes Korsel: Saya Akan Promosikan Batam ke Pengusaha Korea

Capaian pertumbuhan ekonomi Batam berada di angka 4,75 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 3,69 persen, dan Kepri sebesar 3,43 persen.

Tak kalah menarik, salah satu pembicaraan yang akan berlanjut, ialah mengenai harga logistik (Port to Port). Sebagai bentuk tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat akan membahas secara khusus bersama dengan EDB (Economic Development Board) dan MPA (Marine Port Authority) pada lawatan mendatang.

Di akhir perbincangan, Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengundang Menteri Dr. Tan See Long untuk bisa melakukan perjalanan bisnis ke Batam.

Menteri Singapura yang ternyata merupakan putra asal Kundur, Tanjung Batu Karimun, menyambut gembira undangan tersebut. Ia berencana menikmati makan makanan laut bersama Kepala BP Batam saat kunjungan balasan nanti.

Tak berhenti sampai disini, Kepala BP Batam melanjutkan lawatan dan bertatap muka dengan Menteri Kedua Luar Negeri, Dr. Mohammad Maliki Bin Osman.

Baca juga :  Harris Hotel Batam Center Tawarkan Promo Early Bird Buka Puasa Ramadhan 2022

Dalam pembicaraan kedua tokoh ini, diskusi menguat pada kondisi Batam dengan terkendalinya pendemi covid sehingga dibarengi meroketnya capaian ekonomi Batam, progres pembangunan yang merata serta pembahasan pembukaan border antara Singapura – Batam yang dimulai 1 April 2022.

Keduanya meyakini, bahwa terbukanya pintu Singapura – Batam bagi wisatawan dan perjalanan bisnis, akan membuka peluang seluasnya bagi geliat ekonomi kedua wilayah.

Seperti diketahui, Singapura masih menjadi negara dengan jumlah investasi terbesar di Batam, disusul negara asal Eropa dan Jepang.

Berdasarkan Data Kementerian Investasi / BKPM RI menyatakan, sepanjang Triwulan I – Triwulan IV Tahun 2021, Singapura mencatatkan total investasi 167.865,9 Ribu US Dolar, dengan total proyek 1.019.

“Dengan dibukanya jalur Singapura – Batam, kita optimis, semua sektor akan kembali bangkit, dari pariwisata hingga industri. Perekonomian diharapkan akan terus meningkat. Investasi akan semakin menggeliat,” tutur Rudi optimis. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed