by

Kepri Deflasi 0,27 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Kepri pada Oktober 2019 mengalami deflasi sebesar 0,27 persen.

Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, mengatakan, deflasi di Kepri terjadi karena penurunan Indeks harga konsumen dari 137,95 pada September 2019 menjadi 137,57 pada Oktober 2019.

“Deflasi Kepri merupakan akumulasi dari deflasi yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan Batam,” katanya.

Secara kumulatif, sampai dengan Oktober 2019 Kepri mengalami inflasi sebesar 0,78 persen. Sementara itu, laju inflasi ‘year on year’ (Oktober 2019 dibanding dengan Oktober 2018) tercatat sebesar 2,38 persen.

“Deflasi di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menduduki peringkat ke-6 dan ke-7 dari 13 kota yang mengalami deflasi di Sumatra,” ujarnya.

Berdasarkan kelompok kebutuhan masyarakat yang disurvei, deflasi yang terjadi pada Oktober 2029 disebabkan oleh turunnya indeks tiga kelompok yaitu kelompok bahan makanan turun sebesar 1,06 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,34 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau turun sebesar 0,02 persen.

Sebaliknya, terdapat empat kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok kesehatan naik sebesar 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,19 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,10 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,03 persen.

Dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 65 komoditas mengalami kenaikan harga, dan 39 komoditas mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk Kota Tanjungpinang, dari 341 komoditas yang menyusun inflasi, sebanyak 45 komoditas mengalami kenaikan harga dan 34 komoditas mengalami penurunan harga.*

(sumber: antarakepri.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed