by

Kepri Masuk Lima Besar Usulan WBTB Indonesia 2019

Provinsi Kepri masuk lima besar, usulan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia karena telah berhasil meloloskan 16 WBTB perwakilan Kepri, yang semuanya berasal dari Kabupaten Lingga.

“Ada peningkatan yang cukup signifikan di banding 2018 lalu, hanya enam WBTB dan pada tahun ini kita berhasil menghimpun 16 WBTB,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Datok Muhammad Ishak, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, jika saja tim ahli waktu itu tidak menggabungkan kue pengantin yang jumlahnya 12 jenis kue, menjadi satu paket dengan nama kue mueh pengantin maka usulan WBTB dari Kepri dapat berada di posisi kedua yang jumlahnya menjadi 27 WBTB Indonesia.

Posisi tersebut akan berada di posisi kedua di bawah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Sayangnya tim ahli menggabungkan dari 12 menjadi satu, tapi bagaimanapun kami tetap berterima kasih dan bersyukur atas disetujuinya 16 WBTB dari Kepri,” ucapnya seperti dilansir antarakepri.com.

Ia mengatakan, Kepri disarankan untuk kembali mengusulkan pada tahun depan, 12 jenis kue mueh pengantin tersebut, dengan melengkapi data yang lebih lengkap lagi.

Adapun provinsi yang berada di posisi lima besar tersebut, antara lain DKI Jakarta yang berada di peringkat kedua dengan 22 WBTB, kemudian di urutan ketiga Provinsi Jawa Timur dengan 20 WBTB, kemudian Provinsi Lampung di peringkat ke empat dengan 17 WBTB, sementara di peringkat lima ada Bali dan Kepri dengan menetapkan 16 WBTB.

DIY sendiri berada di posisi pertama dengan 30 WBTB. Bagi Provinsi Kepri, dengan adanya peningkatan dari 6 WBTB pada tahun 2018, menjadi 16 WBTB yang ditetapkan merupakan prestasi yang tidak mudah dengan adanya peningkatan 166,6 persen dari tahun sebelumnya.

Dari angka tersebut Kabupaten Lingga juga ikut menyumbangkaan 5 WBTB dari 8 WBTB yang mewakili Kepri di 2018. Dan pada tahun 2019 ini adanya peningkatan menjadi 16 WBTB meningkat 220 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulilah, dan Insya Allah kami dan tim Disbud Kabupaten Lingga akan terus berupaya lebih maksimal lagi.” ujarnya.

“Selain itu dengan berbekalkan motto, dari Lingga untuk Kepri dan Indonesia, kita akan perkuatkan lagi kerja tim dan koordinasi,” ujar Datok Muhammad Ishak yang juga Ketua LAM Kabupaten Lingga.

Selain kue pengantin menurutnya, ada juga salah satu WBTB yang sempat menjadi perdebatan pada sidang penetapan WBTB Indonesia tersebut, yaitu gasing Lingga yang dalam sidang waktu itu berlangsung cukup alot pembahasannya, karena selain Lingga beberapa daerah lainnya juga mengenal permainan gasing.

Namun berbeda dengan daerah lainnya, gasing Lingga Provinsi Kepri lebih dulu diusulkan dan memiliki ciri khas yang berbeda dan filosofi yang berbeda dengan daerah lainnya, hal tersebut dapat dijawab dengan tegas dan lugas serta pembuktian yang kuat dari tim WBTB Kepri.

“Gasing Lingga tersebut juga diberi kesempatan, untuk dimainkan dihadapan tim ahli.”(ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed