by

Kinerja Perbankan Kepri Membaik

Batam (netrakepri.com) – Bank Indonesia menyatakan kinerja perbankan di Provinsi Kepri pada triwulan I-2018 membaik, didorong oleh peningkatan perekonomian yang mulai pulih.

“Kinerja perbankan, bank umum dan BPR konvensional pada triwulan I-2018 membaik dibandingkan triwulan sebelumnya tercermin dari peningkatan pertumbuhan kredit,” kata Kepala Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra.

Dijelaskannya, berdasarkan lokasi proyek, kredit tercatat tumbuh menguat 7,25 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2017. Dari jenis penggunaan, pertumbuhan kredit pada triwulan ini dipengaruhi oleh perbaikan kinerja kredit modal kerja yang menunjukkan pertumbuhan 0,64 persen (yoy), meningkat signifikan dari triwulan lalu yang terkontraksi sebesar 5,84 persen (yoy).

“Stabilitas keuangan daerah relatif tetap terjaga sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi Kepri,” ucapnya seperti dilansir antarakepri.com, Rabu (23/5/2018).

Kinerja perbankan juga ditunjukan oleh tingkat kredit bermasalah (NPL) yang membaik pada triwulan I-2018, tercatat 4,23 persen, dibandingkan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 5,07 persen.

Dengan begitu, pada triwulan ini, NPL Kepri berhasil berada di bawah ambang batas (treshold) BI sebesar 5 persen.

Ia mengatakan, aktivitas sektor UMKM tumbuh menguat, tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM sebesar 6,35 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,31 persen (yoy).

Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) berdasarkan lokasi proyek naik menjadi sebesar 93,19 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 91,51 persen.

BI juga menyatat, berdasarkan lokasi proyek penyaluran kredit bank umum pada triwulan I-2018 tumbuh 8,85 persen (yoy), meningkat dari triwulan IV-2017 sebesar 6,15 persen (yoy).

Sedangkan aset dan DPK bank umum tumbuh melambat masing-masing sebesar 8,63 persen (yoy) dan 8,37 persen (yoy) dibandingkan triwulan lalu sebesar 9,48 persen (yoy) dan 11,35 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, porsi penyaluran kredit bank umum Kepri terbesar adalah pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 15,19 persen dari total kredit, diikuti industri pengolahan sebesar 14,29 persen dan sektor transportasi, gudang dan komunikasi sebesar 10,35 persen.

Sementara itu, kinerja BPR menurut indikator DPK dan kredit tercatat tumbuh menguat, sedang kinerja pembiayaan syariah melambat.

Penyaluran kredit BPR Kepri tumbuh menguat dari 7,76 persen (yoy) pada triwulan lalu menjadi 38,73 persen (yoy) pada triwulan laporan. DPK BPR juga meningk dari 6,19 persen (yoy) pada triwulan IV-2017 menjadi 7,97 persen (yoy) pada triwulan ini.

Namun, aktivitas pembiayaan syariah Kepri pada triwulan I-2018 tercatat melambat, tercermin dari penurunan pembiayaan syariah Kepri yang terkontraksi sebesar 6,40 persen, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,53 persen (yoy).

Sejalan dengan perlambatan pembiayaan, aset perbankan syariah pada triwulan I-2018 juga tumbuh melambat menjadi 8,31 persen (yoy). (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed