by

Mengenal Inovasi Keuangan Bersama Finansial Teknologi

(Fintech) P2P Lending One Hope, Kotak Koin & KFUND

Pada tahun 2019, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DKNI) menargetkan 75% inklusi keuangan. Namun, hingga saat ini target yang baru tercapai hanya menyentuh angka 49%. Inklusi keuangan ditargetkan untuk menyasar masyarakat yang berada di piramida ekonomi terbawah dengan hadirnya finansial teknologi (fintech) diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu mencapai target inklusi keuangan tersebut.

Upaya konsisten untuk mendorong inklusi keuangan di tengah pandemi global yang saat ini dialami banyak negara termasuk Indonesia, platform fintech P2P lending terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) PT. Teknologi Indonesia Sentosa (One Hope), PT. Coco Digital Technology (Kotak Koin) dan PT. Kinerja Sukses Gemilang (KFUND) menyelenggarakan talk show dengan mahasiswa STIE Galileo pada, Sabtu, 05 Desember 2020 secara daring melalui aplikasi komunikasi video untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.

Baca juga :  Seperti Apa Cara Membuang Masker Bekas Pakai?

Frentzen Louei – Project Manager One Hope mengatakan, “Kami sangat berharap adanya kehadiran industri fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial ke seluruh lapisan masyarakat melalui model bisnis fintech lending”.

Data yang telah diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 128,7 triliun hingga kuartal III 2020, nilai itu tumbuh dari posisi tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan. Kenaikan pesat penyaluran pinjaman P2P lending ini tak lepas dari peningkatan jumlah akun peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender), dengan pengguna aktif rentang usia produktif 19-34 tahun. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berharap stakeholders terkait mampu menjaga tren pertumbuhan positif ini, sehingga industri fintech P2P lending ke depan terus bisa berinovasi dalam memberikan layanan keuangan terhadap masyarakat.

Baca juga :  Pembangunan Taxiway dan Apron Pesawat Kargo di Bandara Hang Nadim Rampung

Okta Pramudya – Director Kotak Koin

Okta Pramudya – Director Kotak Koin menambahkan “Dengan adanya edukasi daring ini, kami juga berharap masyarakat Batam dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal”.

Anoki Kiyoshi – Chief Executive Officer KFUND

Anoki Kiyoshi – Chief Executive Officer KFUND pada acara juga menegaskan bahwa saat ini satgas waspada investasi OJK sudah menutup 126 platform fintech lending ilegal per September 2020 karena maraknya tawaran pinjaman online selama masa pandemi.

Baca juga :  Hotel Ibis Batam Gelar Romantic Dinner dan Cia Tok

Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa STIE Galileo ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut menyambut kehadiran berbagai inovasi produk dalam bidang keuangan digital untuk memenuhi kebutuhan dimasa pandemi serta mencapai target inklusi keuangan. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed