by

Mikro Plastik Dikhawatirkan Bisa Jadi Racun

Batam (netrakepri.com) – Agus Darmawan, Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjend) Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan, sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia, yaitu 1,29 juta metrik ton per tahun.

“Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan Cina sebesar 3,53 juta metrik ton per tahun,” ucapnya, Sabtu (21/10/2017) seperti dilansir antarakepri.com.

Agus menjelaskan akumulasi sampah plastik di perairan pesisir dan laut Indonesia telah mengalami proses pelapukan dan terurai menjadi mikro plastik.

“Mikro plastik ini dapat terkonsumsi oleh ikan kecil dan ikan sedang serta predator yang selanjutnya masuk ke dalam rantai makanan,” ujar Agus.

Agus mengatakan, hal itu diperkuat dengan penelitian pada 2015 oleh Universitas Hassanudin yang telah meneliti 76 ikan dari 11 spesies.

“Terbukti 28 persen ikan tersebut memakan mikro plastik ukuran 0,1 sampai 1,6 milimeter,” kata dia.  Ikan-ikan tersebut lanjut Agus diambil dari di Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Poutere, Makassar.

Selain itu lanjutnya ada juga penelitian dari Universitas California yang meneliti 64 ikan dari 12 spesies serta 12 kerang-kerangan.

“Terbukti kerang-kerangan tersebut memakan mikro palstik ukuran 0,3 sampai 5,9 milimeter di pasar ikan Halfmoon Bay, California,” ujar Agus.

Agus menyatakan, mikro plastik yang dimakan ikan dikhawatirkan menjadi salah satu sumber racun yang berpotensi masuk ke dalam rantai makanan yang dikonsumsi manusia.

“Dalam jangka panjang, akumulasi dari mikro plastik, bisa berubah menjadi racun dan dapat menimbulkan penyakit serius bagi manusia,” jelas dia.

Ia menjelaskan, guna mengatasi hal tersebut diperlukan upaya yang terintegritas antara berbagai kementerian atau lembaga di pusat dan pemerintah daerah. Serta dunia usaha dan masyarakat.

“KKP melakukan gerakan bersih pantai dan laut, yang dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan dan pendampingan,” kata dia.(is/ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed