by

Minal Aidin Wal Faizin, Taqobbalallahu Minna Waminkum, & Halalbihalal

Ucapan lebaran seperti minal aidin wal faizin, taqobbalallahu minna waminkum, dan halalbihalal sering kita saat Hari Raya Idul Fitri. Apakah artinya?

  1. Minal Aidin Wal Faizin

Arti ucapan minal aidin wal faizin adalah kita kembali dan meraih kemenangan. Masyarakat Indonesia kerap mengucapkan hal itu saat Idul Fitri.

Namun tidak ada dalil mengucapkan hal tersebut. Tidak ada juga larangan mengucapkan hal tersebut sehingga boleh saja mengucapkannya.

Kata mohon maaf lahir bathin biasanya juga ikut diucapkan berbarengan dengan minal aidin wal faizin. Ucapan mohon maaf lahir dan bathin saat Idul Fitri juga tidak ada satu dalil pun yang menunjukkan seperti ini. Namun, hukumnya boleh saja diucapkan karena tidak ada larangan.

  1. Taqobbalallahu Minna Waminkum

Taqobbalallahu minna waminkum artinya semoga Allah menerima amalku dan amal kalian. Ada riwayat sahabat Rasulullah kalau mereka mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dengan ucapan taqobbalallahu minna wa minkum.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apa hukum mengucapkan selamat hari raya? Lalu adakah ucapan tertentu kala itu?”

Beliau menjawab, “Ucapan selamat ketika hari raya ‘ied dibolehkan. Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa).”

Ibnu Taimiyah ditanya dalam Majmu Fatawa (24/253): apakah ucapan selamat hari raya yang biasa diucapkan orang-orang: Ied Mubarak (hari raya yang diberkahi), dan semacamnya, apakah ada dasarnya dalam syariat atau tidak?

Maka beliau menjawab: Taqabbalallahu minna waminkum, dan semacam itu, maka ini telah diriwayatkan oleh sebagian sahabat bahwa dahulu mereka melakukannya, dan dibolehkan sebagian Imam seperti Ahmad dan lainnya. Tetapi Ahmad berkata: Aku tidak mau memulainya lebih dahulu, namun jika seseorang mengucapkannya kepadaku maka aku menjawabnya, karena itu jawaban ucapan selamat yang hukumnya wajib.

  1. Halalbihalal

Halalbihalal artinya maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Itu merupakan suatu kebiasaan masyarakat Indonesia, bisa berupa sungkeman dan salam-salaman, dan silaturahim.

Biasanya diadakan di sebuah tempat misalnya auditorium, aula, dan sebagainya dan dilakukan oleh sekelompok orang. Kegiatan ini disebut-sebut mulai digelar oleh KGPAA Mangkunegara I, yang masyhur dipanggil Pangeran Sambernyawa. Kemudian diikuti oleh ormas Islam. *

(sumber: detik.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed