by

Nabi Muhammad Entrepreneur Andal

Mudahnya aktivitas perdagangan di masa kini tidak lepas dari bantuan teknologi. Hal tersebut berbeda dengan kondisi zaman dahulu di mana cara yang dilakukan tentunya lebih menggunakan berbagai inovasi yang lebih tradisional dalam prosesnya.

Diketahui, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pada zamannya dikenal sebagai seorang entrepreneur termuka sejak masih berusia sangat muda. Julukan Al Amin sangat melekat kepadanya atas integritas serta kejujuran, termasuk saat ia melakukan aktivitas dagang.

Keberhasilan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjadi seorang entrepreneur terkemuka ini tentunya dilatarbelakangi berbagai kiat yang patut dicontoh.

Dilansir dari laman Jatman, Selasa (2/6/2020), berikut fakta-fakta kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam dunia usaha.

Pertama, bergelut dalam bisnis sejak belia

Sebagaimana diketahui, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjadi yatim-piatu sejak masih kecil. Semenjak itulah kemudian Beliau belajar berbisnis di usia yang masih sangat belia yakni 8 tahun.

Baca juga :  Batam Flower Festival 2020 Akan Digelar di Dataran Engku Hamidah

Pengalaman pertama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah menjadi penggembala kambing dari seorang penduduk di Kota Makkah, dan menerima upah dari pekerjaan tersebut.

Menginjak usia 12 tahun, Beliau ikut berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Negeri Syam. Ini merupakan perjalanan pertama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam berdagang hingga merambah negeri orang seperti Syria, Jordan, dan Lebanon.

Beliau disandingkan dengan banyak pesaing bisnis senior. Banyak yang mengakui bahwa Beliau merupakan seseorang yang sudah matang dalam perhitungan bisnis, bersikap jujur, serta profesional.

Baca juga :  Son Heung-min Pemain Asia Tersubur di Liga Champions

Kedua, pebisnis yang terpercaya

Berkat kemampuan yang mumpuni, tidak mengherankan bahwa di usia yang baru menginjak 17 tahun, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sudah mendapat kepercayaan dari Khadijah, seorang perempuan saudagar di Kota Makkah saat itu.

Beliau berhasil menjalin kerja sama dengan Khadijah dan berposisi sebagai pengusaha yang terpercaya. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mendapat kepercayaan penuh selama berbisnis dan bekerja sama dengan Khadijah, baik dalam sistem upah (syirkah) maupun bagi hasil (mudharabah).

Dalam menjalankan bisnis tersebut, Beliau menargetkan misi untuk menyusuri jalur perdagangan utama seperti Yaman, Syam, yang ditempuh melalui Madyan dan Wadil Qura. Dari aktivitas dagangnya tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam selalu mendapat hasil yang lebih besar dibandingkan pedagang lainnya.

Baca juga :  Pemerintah Bahas Konsep Masterplan Batam

Ketiga, Nilai-nilai bisnis

Kiat utama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dari keberhasilan berbisnis tidak lepas dari empat sifat terpuji yang dimiliki, yakni Shidiq. Beliau selalu berkata benar mengenai barang dagangannya dan tidak pernah bersikap curang dengan memberikan barang yang cacat.

Sifat amanah juga sangat melekat pada diri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ia sangat dipercaya oleh para pelanggan dan Khadijah dalam mengurusi bisnis miliknya.

Fathanah, Beliau cerdas dalam melihat peluang, sehingga menghasilkan keuntungan yang melimpah. Tabligh atau menyampaikan yang dapat dilihat dari kemampuan berkomunikasi yang baik, khususnya dalam hal negosiasi bisnis.*

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed