Baca juga :  Marlin Agustina Rudi Jabat Ketua Umum PIKORI BP Batam

Lebih lanjut ia menyampaikan, kedepannya BP Batam juga memiliki rencana untuk mengembangkan fasilitas pada Asrama Haji sehingga semakin lebih baik.

“Memang saat pandemi seperti sekarang ini ada sebagian ruang Asrama Haji Batam yang diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 menjadi ruangan isolasi pasien OTG Covid-19. Dengan berangsur menurunnya kasus Covid-19 di Kota Batam, semoga kita (Batam) dapat kembali pulih dan ekonomi terus tumbuh,” tambah Muhammad Rudi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menyampaikan tujuan kunjungan kerja Panja Komisi VIII DPR RI Ke BP Batam guna melihat pengelolaan aset Asrama Haji sekaligus memberikan apresiasi atas inisatif dari BP Batam dalam perannya membantu pemerintah menyediakan Asrama Haji untuk tempat isolasi pasien OTG Covid-19 di Batam.

Baca juga :  "Kepri Tingkatkan Pelayanan untuk Investor "

“Kami datang ke Batam bertujuan untuk melihat pengelolaan Asrama Haji oleh BP Batam. Tentu tidak mudah dalam pengelolaan Asrama Haji di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, namun momentum ini harus kita gunakan untuk memperbaiki Asrama Haji. Saat ini juga banyak Asrama Haji digunakan untuk tempat isolasi mandiri sehingga dapat membantu masyarakat, semoga tujuan mulia ini menjadi berkah untuk kita semua,” kata Ace Hasan Syadzily.

Ia juga berharap, Kota Batam yang merupakan salah satu embarkasi haji atau tempat pemberangkatan jamaah haji Indonesia, kedepannya juga dapat menjadi embarkasi bagi para calon jemaah umroh. Tentunya hal ini juga memerlukan dukungan dari sarana dan prasarana yang memadai. Untuk itu, Komisi VIII DPR RI siap mendukung dalam pengembangan Asrama Haji Batam.

Baca juga :  Dendang Melayu Destinasi Favorit Wisatawan saat ke Batam

Asrama Haji yang dikelola BP Batam ini, dibangun pada tahun 1999-2000 dengan fungsi utama sebagai Embarkasi Haji Batam, dimulai pada tahun 2001. Diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Tolchan Hasan, tanggal 4 September 2001. Asrama Haji berdiri di atas lahan seluas 45.538 M2 juga dapat difungsikan untuk memfasilitasi kegiatan seminar, resepsi pernikahan, manasik haji dan penginapan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin; Direktur Pengelolaan Pertanahan, Ilham Eka Hartawan; Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan; Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait; Kepala Unit HGAT, Herawan; Kepala Divisi Operasional dan Pemeliharaan, Juhardi; Jajaran BP Batam serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain. (r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed