by

Pariaman Culture Every Week Akan Dihidupkan Lagi Usai PPKM

Kesenian Minangkabau Khas Daerah Akhir Pekan atau ‘Pariaman Culture Every Week’ akan dihidupan lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat usai PPKM level 4.

“Sekarang PPKM masih diterapkan jadi Pariaman Culture Every Week ditiadakan dulu, Insya Allah, setelah PPKM kami mulai lagi,” kata Dwi Marhen Yono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman di Pariaman akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan Presiden telah mengumumkan perpanjangan PPKM di Jawa-Bali sampai 16 Agustus sedangkan luar daerah itu sampai 23 Agustus sehingga jika tidak ada perpanjangan lagi maka September penampilan kesenian di objek wisata di Pariaman sudah dapat dilakukan.

Baca juga :  Pergerakan LLAU di Hang Nadim Batam Alami Kenaikan

Kegiatan itu diklaim dapat menarik wisatawan datang ke Pariaman karena menampilkan kesenian Minangkabau sore hari atau sebelum matahari terbenam.

Alasan pelaksanaan kegiatan itu sore karena Pemkot Pariaman ingin memberikan hiburan kepada wisatawan sebelum menyaksikan keindahan matahari terbenam dari daerah itu.

Meskipun Pemkot Pariaman membuka objek wisata dan melaksanakan kegiatan kesenian untuk menarik kunjungan wisatawan, namun pihaknya berkomitmen dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga :  Batam Pererat Hubungan Bilateral dengan Singapura

Tercatat semenjak diluncurkan awal 2021 kegiatan itu dua kali tidak dilaksanakan karena bulan puasa dan tingginya kasus covid-19 yang mengharuskan diterapkan PPKM.

Ia mengajak wisatawan, pedagang, dan warga di daerah itu untuk menerapkan protokol kesehatan agar pandemi covid-19 dapat berakhir sehingga seluruh aktivitas dapat kembali seperti biasanya.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat kembali menampilkan kesenian secara gratis di panggung pertunjukan di sejumlah objek wisata di daerah itu saat sore hari guna menghibur wisatawan sebelum matahari terbenam.

Baca juga :  Terapkan Protokol Covid-19, Radisson Golf & Convention Center Pastikan Kenyaman Para Tamu

“Sebelumnya sempat terhenti selama Ramadhan, namun semenjak Sabtu (5 Juni) mulai ditampilkan kembali kesenian-kesenian Pariaman di objek wisata,” kata Dwi Marhen Yono.

Ia menjelaskan dasar dilaksanakannya kegiatan itu yaitu sebagai pengenalan budaya di Kota Pariaman serta hiburan untuk wisatawan yang menanti matahari terbenam.

“Pariaman merupakan lokasi menarik untuk melihat matahari terbenam, jadi sebelum matahari terbenam wisatawan dapat melihat penampilan kesenian dulu,” katanya. *

(sumber: okezone.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed